TANTRUM - Dinas Kesehatan Jawa Barat meminta 365 rumah sakit yang ada agar bersiaga mengantisipasi kembalinya lonjakan pasien yang terpapar coronavirus disease (COVID-19).
Permintaan itu telah dilayangkan hampir tiga pekan lalu kepada seluruh pengelola rumah sakit milik negara maupun swasta. Termasuk didalamnya rumah sakit yang tergabung dengan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi).
Menurut Ketua Tim Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Jawa Barat, Dewi Ambarwati, kesiapsiagaan rumah sakit ini merupakan salah satu siasat pemerintah mengantisipasi adanya lonjakan kasus COVID-19.
"Juga mengimbau kepada untuk kesiapsiagaan rumah sakit. Rumah sakit harus siap melayani dan siaga menyediakan ruang rawat jika terjadi lonjakan kasus. Karena kan kemarin kita sudah sangat melandai, jadi tempat rawat inap yang sudah disiapkan untuk COVID-19 sudah mulai dikurangi. Karena pasiennya juga sudah sangat menurun bahkan tidak ada, jadi mereka siap siaga kembali," ujar Dewi melalui telepon ditulis, Bandung, Selasa, 15 November 2022.
Dewi mengatakan langkah lainnya dalam mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 yaitu meningkatkan cakupan vaksinasi penguat alias booster.
Diakui oleh Dewi, cakupan vaksin booster di Jawa Barat masih rendah. Total besaran angka keseluruhan hanya 46 persen di tiap kabupaten dan kota.
Berdasarkan surat resmi yang diteken oleh Sekretaris Daerah Jawa Barat Setiawan Wangsaatmadja, meminta kepada seluruh kepala daerah agar memacu kembali vaksinasi booster.
"Cakupan booster masih rendah yaitu 46 persen untuk kabupaten dan kota. Seluruh daerah di Jawa Barat melalui surat yang ditandatangani Pak Sekda, diminta agar segera meningkatkan kembali cakupan vaksin booster. Persediaan vaksin booster jumlahnya aman," kata Dewi.
Dewi menjelaskan langkah antisipasi yang terdepan harus dilakukan adalah kembali menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan keseharian.
Baca Juga: 1,7 Juta Remaja di Jabar Alami Anemia
Penerapan kembali 5 M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas mutlak dilakukan jika tidak menginginkan lonjakan kasus COVID-19 di Jawa Barat.
Meski saat ini Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) saat ini di seluruh daerah Indonesia berada di posisi level 1.
"Pada PPKM level 1 ini, aturan yang diterapkan sangat longgar. Masyarakat diharapkan lebih memilah lagi kepentingan untuk keluar rumah mana yang penting atau mana yang tidak. Ditambah cakupan booster masih rendah yaitu 46 persen untuk kabupaten dan kota," ucap Dewi.
Peningkatan jumlah kasus COVID-19 kembali terjadi usai sekian lama trennya menurun. Bahkan di akhir pekan kemarin ditemukan dua orang warga Jawa Barat terpapar COVID-19 varian XXB.
Keduanya kini telah dinyatakan sembuh usai menjalani perawatan rumah sakit di Jakarta. Pada hari kepulangan, kondisi kedua warga Jawa Barat tersebut stabil.
Dewi menyebutkan, otoritasnya kini tengah melakukan pelacakan lokasi paparan COVID-19 varian XXB.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
BUMN Dana Pensiun Perluas Bantuan Hunian ke Pensiunan
-
Ketika Aroma Rendang Kurban Akhiri Pelarian Napi Rutan Pekanbaru
-
Pertamina Salurkan Lebih dari 4.400 Hewan Kurban untuk Masyarakat pada hari raya Iduladha 2026
-
Dilaporkan ke Polisi, Abu Janda Bantah Hina Warga Sumbar
-
Polemik Seleksi Paskibraka: Gubernur Sulsel Pertemukan Peserta Dengan Panitia
-
Iduladha Bukan Cuma Soal Sate: Mengapa Kita Butuh Rem di Tengah Hiruk-Pikuk Dunia?
-
Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp 3,96 Triliun dalam Dua Hari, BBCA Jadi Bulan-bulanan
-
Rupiah Anjlok ke Rp17.870 Hari Ini, Cek Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI
-
Soal Izin Gereja GMS di Bantul, Bupati Halim: Hak Ibadah dan Legalitas Bangunan Itu Dua Hal Berbeda
-
Rumah di Sleman 39 Kali Terbakar, Misteri Teror Api Belum Terpecahkan Meski Gegana Turun Tangan