TANTRUM - Kemunculan monyet bodas (monyet putih) menggegerkan warga di suatu kampung. Monyet bodas dipercaya sebagai penjelmaan siluman atau makhluk gaib yang hampir setiap malam melakukan penculikan terhadap gadis perawan.
Namun setelah diselediki ternyata Silumat Monyet Bodas adalah monyet jadi-jadian yang dilakukan oleh 2 orang kepercayaan seorang Kuwu untuk menakut-nakuti warga. Agar Kuwu yang disinyalir korupsi uang pembangunan di wilayahnya teralihkan dan penduduk desa tidak curiga dan melupakan kasus korupsi.
Cerita tersebut merupakan penggalan dari pertunjukan teater Siluman Monyet Bodas yang dibawakan Komunitas Budaya Bandoengmooi. Pertunjukan yang sarat dengan kritik sosial tentang narkoba dan korupsi ini digelar, Jumat 21 Oktober 2022 pukul 15.30 WIB bertempat di Bengkel Kreatif Yayasan Kebudayaan Bandoeng Mooi, Gang Awi Tali 7 RT/RW 02/09 Ciawitali, Citeureup, Kota Cimahi.
Pemilik Bengkel Kreatif dan Ketua Yayasan Kebudayaan Bandoeng Mooi yang juga penulis naskah Siluman Monyet Bodas, Hermana HMT mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya menghidupkan tempat baru kami sebagai ruang publik untuk berproses dan mengembangkan budaya bersama pelaku budaya yang aktif di komunitas sendiri, komunitas budaya lain dan masyarakat sekitarnya.
“Dari tempat baru ini diharapkan kami bisa bersama-sama melakukan perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional,” kata Hermana.
Lebih lanjut Hermana, kami sekarang mempersiapkan pelatihan bagi anak-anak untuk lebih mengenal budaya lokalnya seperti permainan rakyat, teater rakyat (Longser), dan seni lainnya yang berhubungan dengan lingkungan hidup.
“Selain itu tempat baru ini kami fungsikan sebagai tempat pemberdayaan masyarakat, mengembangkan kreratifitas bukan saja seni pertunjukan tapi semua yang berhubungan dengan ekonomi kreatif lainnya seperti seni kriya, bahkan bisa digunakan untuk kegiatan ibu-ibu PKK, Karang Taruna, dan kegiatan lainnya. Maka tempat itu kami sebut Bengkel Kreatif,” ungkap yang merupakan seniman Jebolan ISBI Bandung.
Mengenai pertunjukan teater Silumat Monyet Bodas menurut Hermana merupakan kegiatan kali kedua yang dilakukan di Bengkel Kreatif Yayasan Kebudayaan Bandoeng Mooi.
“Kegiatan pertama adalah pergelaran seni Reog Sunda (Dogdog) dan teater berjudul Jugun Ianfu sekaligus peluncuran tempat baru kami pada 25 September 2022 dan mengadakan acara jadi komunitas kami Bandoengmooi yang berdiri sejak 26 September 1996,” jelasnya.
Baca Juga: Rezky Aditya Disebut Kena Karma Setelah Tersebar Video Asusila Mirip Dirinya
Sementara itu, Sutradara sekaligus Penata Musik pertujukan Teater Siluman Monyet Bodas, Selamet Oki Pratomo menyatakan, kegiatan ini selain melibatkan personel Bandoengmooi juga didukung oleh siswa/I SMKN 10 Bandung yang melakukan Praktek Kerja Lapangan di Bandoengmooi selama 3 bulan.
“Pertunjukan ini juga merupakan bagian dari resital atau evaluasi akhir siswa/I SMKN 10 Bandung selama pengalaman dan ilmu di luar institusi pendidikan formal,” ungkap Oki.
Selamet menjelaskan, secara bentuk garap, pertunjukan teater Siluman Monyet Bodas digarap dalam suasana candaan di warung kopi. Polanya seperti Longser, pemain dan penonton tidak bebas, dialog yang ringan, humor dibumbui, serta aktor dan aktris merangkap jadi pemusik dan penari.
“Dialog kami menggunakan bahasa Sunda dan pertunjukannya di Banyolan Longser (Balong),” tuturnya.
Tambahnya, pada kesempatan ini ia mencoba musik pengiringnya menggunakan musik band. Oki mencoba menggali kencenderungan pemain yang senang dan akrab pada musik dan tari modern. Maka musik dan tarian modern menjadi penunjang utama dalam garapan teaternya.
“Konsep kami mencoba sekarang keluar dari konsep garap longser yang biasa bandoengmooi lakukan (pul tradisional). Kami menjajaki kemungkinan-kemungkinan baru, tapi diharapkan tetap bisa menghibur dan pesan cerita sampai pada penonton,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
Terkini
-
Paten Yamaha R2 Bocor, Bisa Jadi Bahan Bore Up R15?
-
Bunga Zainal Ngaku Diserang Buzzer Usai Keluhkan Harga Bahan Pokok Naik
-
8.182 SPPG Sempat Di-suspend BGN, Berikut Rinciannya
-
Kejutkan Publik, Dua Lipa Resmi Menikah dengan Callum Turner
-
Khianati Gencatan Senjata AS, Penjajah Israel Minta Restu Bom Ibu Kota Lebanon
-
Kritik Keras Hasto PDIP di Hari Lahir Pancasila: APBN Mengkawatirkan, Utang Dibayar Pakai Utang!
-
John Herdman Puji Rayhan Hannan, Pemain Berbakat Persija Jakarta yang Bermentalitas Kuat
-
Blackout Rugikan Fasilitas Krusial, DPRD Riau Minta Dirut PLN Evaluasi
-
Penyelundupan 350 Tabung Gas Elpiji Subsidi ke Sumsel Digagalkan Polisi di Mesuji
-
Mau Staycation? Ini 4 Notes Parfum Minimalis Bikin Betah Rebahan Seharian