/
Selasa, 03 Januari 2023 | 17:31 WIB
Pesawat Garuda Indonesia yang mengangkut jamaah haji Kloter 1 Embarkasi Banjarmasin (suara.com)

TANTRUM - Pada perdagangan hari ini, Selasa (3/1), saham Garuda Indonesia (GIAA) langsung menembus batas atas (Auto Reject Atas atau ARA) pada posisi Rp224 per lembar saham. 

Posisi harga itu membuat maskapai kelas premium ini bertengger dengan peningkatan harga sejak dibuka perdagangan dan memberikan cuan bagi pemegangnya di level 9,8 persen.

Dibuka di level Rp204 per lembar saham, GIAA sempat tertekan hingga menyentuh level terendah pagi tadi di Rp190 per lembar saham.

Pemberhentian perdagangan saham BUMN GIAA terjadi karena saham ini disuspensi sejak 18 Juni 2021. Dengan demikian, GIAA sempat berhenti diperdagangkan selama 16 bulan.

Menteri BUMN Erick Thohir menyambut baik saham Garuda Indonesia (GIAA) yang kembali diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai pertanda baik bagi maskapai pelat merah tersebut.

Perdagangan saham GIAA itu merupakan pertanda baik dan menjadi salah satu bukti kepercayaan serta apresiasi publik terhadap upaya-upaya bersama pemerintah dan manajemen Garuda Indonesia dalam melakukan restrukturisasi.

"Langkah-langkah restrukturisasi dan pemenuhan seluruh syarat perjanjian perdamaian merupakan kabar menyegarkan bagi kita semua. Kami berharap, itu akan menjadi pijakan bagi investor untuk terus menanamkan modalnya di GIAA," ujar Erick.

Ia mengaku bersyukur bahwa transformasi Garuda Indonesia semakin baik dan semakin terlihat. Mulai dari manajemen, keuangan, hingga pelayanan akan terus meningkatkan kualitasnya agar Garuda bisa terbang lebih tinggi.

Baca Juga: 5 Negara dengan Kemampuan Teknologi Paling Maju di Dunia

Load More