TANTRUM - Subholding Gas Pertamina, PT PGN Tbk, berencana meningkatkan pemanfaatan gas bumi dengan volume hingga 3 BBTUD (billion bristh thermal unit per day) di kawasan Indonesia timur.
Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Heru Setiawan menegaskan, pihaknya melakukan penandatanganan kerja sama dengan PT Kawasan Industri Makassar (Kima). PGN dan Kima akan menggali potensi kerja sama, khususnya terkait penyediaan gas bumi beserta turunannya.
"Baik gas pipa, CNG, ataupun LNG dapat menjadi pilihan energi utama untuk memenuhi kebutuhan energi tenant di dalam kawasan industri. Kerja sama ini berpotensi meningkatkan volume niaga gas bumi sebesar 1-3 BBTUD atas penyaluran gas bumi ke Kima dan sekitarnya," ujarnya.
Ia mengatakan, penyaluran gas bumi ke Kawasan Industri Makassar, Sulsel, menjadi bentuk komitmen PGN dalam perluasan pemanfaatan gas bumi, khususnya untuk segmen retail industri di area baru seperti Makassar.
Saat ini, PGN tengah melancarkan upaya penetrasi pasar ke wilayah-wilayah di kawasan timur Indonesia untuk melayani sektor industri. Ekspansi itu dilakukan PGN dalam hal infrastruktur dan pemenuhan pasokan gas bumi baik melalui pipa maupun nonpipa.
PGN juga terbuka mengirimkan LNG ke luar Pulau Jawa, yang untuk mendukung pemenuhan LNG di Indonesia timur, PGN menggandeng PT Kayan LNG Nusantara.
Kerja sama dengan KIMA, yang merupakan bagian Holding PT Danareksa (Persero), mewujudkan sinergi dan kolaborasi antar-BUMN dalam mendukung peningkatan ekonomi nasional, melalui optimasi penyerapan energi, yang efisien dan ramah lingkungan di kawasan industri.
Heru mengatakan PGN sebagai Subholding Gas Pertamina akan terus berkomitmen mendukung penciptaan nilai tambah dan daya saing industri dengan efisiensi gas bumi.
"Dengan penyerapan yang besar di kawasan industri, bisa menstimulasi bauran energi ramah lingkungan di masa transisi energi," katanya.
Baca Juga: 3 Rekomendasi Anime tentang Persahabatan, Sukses Bikin Haru!
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung