/
Senin, 06 Maret 2023 | 14:35 WIB
Pameran Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (PKBLBB) ; Kendaraan Listrik (ANTARA FOTO/Media Center G20 Indonesia/M Risyal Hidayat/nym)

TANTRUM - Pemerintah akhirnya memutuskan akan memberikan bantuan sebagai insentif kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk sepeda motor listrik sebesar Rp 7 juta per unit yang dialokasikan bagi 250.000 unit motor di tahun 2023.

Sebanyak 250.000 unit motor tersebut terdiri dari 200.000 unit untuk pembelian sepeda motor baru dan 50.000 unit untuk konversi sepeda motor konvensional berbahan bakar fosil menjadi sepeda motor listrik.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu memaparkan, program bantuan pemerintah untuk pembelian sepeda motor listrik baru, motor listrik yang mendapatkan bantuan pemerintah adalah yang diproduksi di Indonesia, dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 40 persen atau lebih.

Kemudian, produsen motor listrik yang memiliki kriteria yang dipersyaratkan tidak menaikkan harga jual selama masa pemberian bantuan dan berkomitmen untuk memproduksi sepeda motor dalam jumlah tersebut.

Selanjutnya, target penerima bantuan pemerintah untuk konversi sepeda motor konvensional berbahan bakar fosil menjadi sepeda motor listrik diutamakan adalah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) khususnya penerima kredit usaha rakyat (KUR), penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) dan pelanggan listrik 450 sampai 900 VA.

"Hal ini dimasukkan agar penggunaan motor listrik untuk mendorong produktivitas dan efisiensi usaha pelaku UMKM," ujarnya.

Ia menuturkan, kebijakan bantuan pemerintah untuk pembelian sepeda motor tersebut diharapkan bisa segera dimulai. Bantuan tersebut ditargetkan berlaku mulai 20 Maret 2023.

"Pedoman umum dan petunjuk teknis pelaksanaan program tersebut sedang disiapkan baik oleh Kementerian Perindustrian maupun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral," katanya.

Perusahaan jasa keuangan global terkemuka JP Morgan memperkirakan industri kendaraan listrik dan ekonomi digital akan menjadi pendorong kinerja perekonomian nasional di 2023.

Baca Juga: Ngeri! Penguntit Masuk Rumah Haechan NCT, SM Entertainment Rilis Pernyataan Tegas

Kepala Riset Ekuitas Indonesia JP Morgan Henry Wibowo mengatakan ambisi Indonesia terhadap industri kendaraan listrik akan memberikan dorongan kepada perkembangan pasar modal Indonesia.

Momentum pertumbuhan industri kendaraan listrik telah didukung oleh kondisi Indonesia yang merupakan produsen nikel terbesar di dunia, atau bahan mineral logam yang banyak digunakan dalam produksi kendaraan listrik

"Berbekal cadangan nikel yang besar, Indonesia memiliki tujuan menjadi pusat kendaraan listrik di Asia Tenggara, dan kami telah melihat kemajuan yang baik dalam dua tahun terakhir," kata Henry.

Load More