TANTRUM - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggencarkan aksi penyelamatan dan pemanfaatan keanekaragaman hayati Indonesia yang bertepatan dengan peringatan Hari Biodiversitas Internasional.
Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan upaya penyelamatan keanekaragaman hayati (kehati) Indonesia telah menjadi program prioritas riset BRIN.
Presiden secara khusus telah mengeluarkan instruksi untuk pengarusutamaan kehati. Instruksi tersebut juga menjabarkan peran dari berbagai pemangku kepentingan terkait dengan perlindungan, penyelamatan dan pemanfaatan keanekaragaman hayati untuk pembangunan berkelanjutan.
Sejalan dengan itu, Handoko menegaskan bahwa Hari Biodiversitas Internasional merupakan momentum penting memperingati keanekaragaman hayati di seluruh dunia, khususnya di Indonesia.
Hal ini mengingat keanekaragaman hayati adalah kekayaan yang tak ternilai harganya bagi bumi, antara lain manfaat penting bagi ekologi, ekonomi, dan sosial kultural.
“Kini, keanekaragaman hayati menghadapi ancaman serius seperti perubahan iklim, polusi, kehilangan habitat, dan eksploitasi sumber daya alam adalah beberapa faktor utama yang mengancam keberlanjutan kehati. Oleh karena itu, perlu adanya upaya kolektif untuk melindungi dan melestarikan keanekaragaman hayati,” ujar Handoko.
Dirinya mengungkapkan, BRIN terus berkomitmen untuk mengadopsi praktik berkelanjutan, mempromosikan konservasi, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kehati melalui riset-riset terkait yang dilakukan para periset BRIN maupun forum-forum diskusi ilmiah seperti “Biodiversity Week” yang dihelat dengan melibatkan berbagai pihak terkait.
Implementasi dari komitmen Indonesia terhadap kesepakatan pengelolaan kehati global dalam kerangka Kunming Montreal Global Biodiversity Framework (GBF) bukan tanpa kendala dan tantangan. Kapasitas kelembagaan, aspek regulasi, implementasi program di tingkat tapak, koordinasi antar stakeholder dan berbagai isu lainnya menjadi tantangan dalam implementasi kesepakatan GBF di Indonesia.
Hal yang perlu diingat, upaya penyelamatan keanekaragaman hayati akan melampaui beberapa dekade penting dan melintasi berbagai generasi pada berbagai lapisan masyarakat. Oleh karena itu, semangat untuk terus membangkitkan kesadaran, membangun visi misi dan menciptakan komitmen yang konsisten bagi masyarakat Indonesia sangatlah penting.
Baca Juga: Chris Martin Ungkap Lagu Favoritnya Saat Diwawancarai oleh Najwa Shihab
Hal ini termasuk penyebaran dan pertukaran informasi terkini tentang aksi-aksi penyelamatan keanekaragaman hayati yang telah dilakukan baik di tingkat nasional maupun lokal. Hal itu dilakukan sebagai wujud implementasi komitmen kepada masyarakat internasional.
Tak hanya itu, peran teknologi juga sangat diperlukan untuk memaksimalkan upaya pemanfaatan sumber daya kehati yang berkelanjutan. Penguasaan teknologi kunci, mulai dari data genetik seperti genom dan protein serta teknologi bioproduk berbasis data harus bisa dikuasai. Hal ini nantinya diharapkan mampu menjadi pioneer dalam menghasilkan produk-produk inovasi berbasis sumber daya hayati Indonesia yang dimanfaatkan oleh nasional bahkan global.
Di sisi lain, Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, Agus Haryono menyampaikan bahwa Kedeputian Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi memiliki berbagai program pendanaan riset dan inovasi bekerjasama dengan LPDP.
Terdapat tiga program yang diluncurkan yaitu, Program Penghargaan kepada penggerak Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM), Program Fasilitasi Pengujian Produk Inovasi Kesehatan dan Pangan, serta Program Pendanaan Riset dalam 5 skema terdiri dari RIIM-Kompetisi, RIIM-Invitasi, RIIM-Ekspedisi, RIIM-PPBR (RIIM-Startup), dan RIIM Kolaborasi Internasional.
“Bersamaan dengan Hari Biodiversitas Internasional, kami akan membuka Call for Proposal untuk RIIM-Ekspedisi sebagai aksi nyata pemanfaatan dan perlindungan biodiversitas Indonesia. Seluruh informasinya akan disampaikan melalui website kami di laman pendanaan-risnov.brin.go.id,” sambung Agus.
Untuk memeriahkan Biodiversity Week, selama sepekan BRIN akan menyelenggarakan berbagai event menarik. Diantaranya Peluncuran dan Sosialisasi Program Pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Ekspedisi, penanaman pohon langka di kawasan Kebun Raya Cibinong, penandatangan perjanjian kerja sama dengan mitra industri dan universitas, talkshow/gelar wicara yang dihadiri oleh para pakar, serta kegiatan tambahan lainnya berupa seminar terkait kehati.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
Terkini
-
Stop Panaskan Opor Berulang! Rahasia Makanan Lebaran Tetap Nikmat dan Bernutrisi
-
Komentar Pekerja Soal WFA Lebaran 2026, Jurus Ampuh Urai Macet, Produktivitas Tetap Gaspol!
-
Bosan dengan Kue Kering? Coba 5 Dessert Hits Ini untuk Hampers Lebaran!
-
Peraturan Baru BGN, SPPG Wajib Kelola Limbah MBG
-
10 Cara Mengelola Sisa Gaji Bulanan Jika THR Habis Terpakai Mudik
-
Gubernur Bobby Nasution Salurkan 10 Ekor Sapi untuk Korban Bencana Jelang Lebaran 2026
-
Soal Perbedaan 1 Syawal 1447 H, MUI Sebut Penetapan Idulfitri Adalah Kewenangan Pemerintah
-
BRI Perkuat Infrastruktur Digital dan Jaringan Agen saat Libur Lebaran 2026
-
Imam dari Yaman Akan Pimpin Salat Id di Karebosi, Rektor UIN Makassar Sampaikan Khutbah
-
Bosen Nangis Pas Masak? Ini 5 Siasat Ngiris Bawang Biar Mata Gak Kelilipan Air Mata