/
Sabtu, 03 Juni 2023 | 15:29 WIB
Faunaland

TANTRUM -  Viral beredar video di media sosial memperlihatkan seekor singa putih dari Faunaland Ancol yang terlihat lemas dan sering jatuh hingga menjadi perhatian publik. 

Karena viralnya video tersebut, mengundang sejumlah aktivis para pemerhati hewan untuk melakukan klarifikasi dan inspeki mendadak (sidak) ke Faunaland Ancol. 

Pendiri Animal Hope Shelter, Christian Joshuapale mengatakan bahwa pihaknya datang untuk melakukan sidak dan klarifikasi dengan pihak Faunaland Ancol, mengenai kondisi singa Thori. 

"Tadi kami sudah ditunjukkan bahwa kedua induknya berasal dari dua negara yang berbeda dan membantah adanya dugaan inses (perkawinan sedarah). Cuman kami tidak ditunjukkan surat-surat resmi kepemilikannya," kata Christian di Faunaland Ancol pada Jumat 2 Mei 2023.

Lebih lanjut, Ketua Animal Defender Indonesia (ADI) Doni Herdaru yang juga turut serta melakukan inspeksi ke Faunaland mengatakan bahwa dugaan adanya inses dari induk singa bernama Thori itu terbantahkan. 

"Jadi dugaan tentang hewan yang dimaksud alias singa bernama Thori sudah terpatahkan bahwa dia bukan dari hasil inses, sudah ditunjukkan silsilah kedua orang tuanya," kata Doni. 

Tak hanya itu, pihaknya pun mempertanyakan terkait dengan diet, umur hingga kondisi kesehatan singa Thori kepada pihak Faunaland Ancol. 

"Jadi Thori ini mengalami satu kondisi hip dysplasia di mana umurnya masih muda umur 9 bulan, tapi kenapa bisa? Ini lah munculnya gangguan kesehatan hewan hewan yang memang unik seperti albino. Albino itu sendiri kita tahu bahwa cacat genetik," kata dia. 

Kemudian, Doni mengatakan jika pihan Faunaland juga telah melakukan sejumlah upaya agar Thori bisa pulih kondisi kesehatannya. Yaitu seperti terapi dan menjaga pola makanya, namun belum dilakukan upaya operasi. 

Baca Juga: Kasus Pemasangan Bendera Partai NasDem, Dua ASN Pemkot Bandar Lampung Langgar Netralitas

"Lalu kami juga bertanya dietnya seperti apa? dietnya banyak didominasi oleh daging putih, daging ayam yang mana daging merah ini menjadi catatan menuju perbaikan ke depannya," kata Doni. 

"Tapi dokter yang bersangkutan mengatakan bahwa suplementasi atas kebutuhan yang didapat dari daging merah ini sudah didapat dari suplemen dan multivitamin seperti perawatan kesehariannya," lanjutnya. 

Ketika Doni dan kawan-kawan berkunjung ke Faunaland Ancol, belum bisa melihat Thori secara langsung karena masih dibuka untuk umum.

Menurutnya,  berdasarkan penjelasan dari pihak Faunaland, singa Thori memang tak ditampilkan kepada pengunjung karena memang kondisi kesehatannya yang tidak normal. 

Sehingga menurut Doni, dugaan pelanggaran Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.40/Menhut-Ii/2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.52/Menhut-Ii/2006 Tentang Peragaan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar Dilindungi juga terbantahkan. 

"Jadi dugaan pelanggaran Pasal 29 huruf f terbantahkan juga karena tidak untuk diperlihatkan. Karena ada waktu di mana pengunjung sudah selesai tutup jam 4, pengunjung mulai bergegas keluar tapi si Thori sudah keluar sudah mendapatkan haknya untuk bermain di area kandang dalam konteks dia terapi. Tapi ada pengunjung yang memvideokan lalu disebarkan oleh banyak pihak yang mungkin tidak sesuai dengan kondisinya," ujarnya. 

Load More