TANTRUM - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap terduga teroris karyawan PT KAI di Kota Bekasi, Jawa Barat.
Juru bicara Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri Kombes Pol. Aswin Siregar membenarkan bahwa DE, tersangka dugaan tindak pidana teroris yang ditangkap di Bekasi Utara merupakan pegawai BUMN di PT KAI.
DE ditangkap penyidik Densus 88 Antiteror Polri pada pukul 12.17 WIB di Bulak Sentul, Harapan Jaya, Bekasi Utara.
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah memperketat seleksi masuk pegawai BUMN setelah penangkapan tersangka dugaan tindak pidana terorisme yang merupakan pegawai PT Kereta Api Indonesia di Bekasi, Jawa Barat, Senin (14/8).
"Meminta pemerintah melakukan langkah preventif guna mencegah meluasnya aksi terorisme dan radikalisme, termasuk di lingkungan pemerintahan, di antaranya dengan memperketat seleksi masuk pegawai," ujar Bamsoet, sapaan karib Bambang Soesatyo dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa.
Tidak hanya itu, langkah preventif lainnya yang dapat dilakukan adalah mengagendakan program anti teroris secara berkala, mengedukasi agar masyarakat tidak terpengaruh aksi dan pemikiran terorisme maupun radikalisme, serta mendukung berbagai upaya dalam memberantas praktik terorisme.
Adapun karyawan KAI itu juga memiliki beberapa senjata api dan bendera yang terafiliasi Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS). Untuk itu, Bamsoet meminta BUMN di bidang transportasi perkeretaapian segera memberikan sikap tegas kepada karyawan tersebut apabila benar terbukti sebagai seorang teroris.
"Meminta agar BUMN terkait, juga memastikan proses pemeriksaan dan hukum berjalan lancar agar dapat ditentukan tindak lanjut ke depannya," katanya.
Ia meminta BUMN terkait untuk memastikan terduga teroris tersebut tidak menyebarkan pemikiran maupun aksi terorisme-nya di lingkungan tempatnya bekerja. Bamsoet juga meminta Kementerian BUMN untuk dapat menyeleksi pegawai yang bekerja di BUMN agar bebas dari teroris.
Baca Juga: Gabung Al Hilal, Ini Gaji dan Fasilitas Gila yang Akan Didapat Neymar
"Meminta seluruh pimpinan Kementerian/Lembaga (K/L) agar mengingatkan seluruh jajaran mengenai integritas, nasionalisme, nilai Pancasila, dan cinta tanah air, serta melakukan peningkatan pengawasan terhadap para pegawai agar tidak masuk dalam jerat teroris," tegas Bamsoet.
Kemudian, dia juga meminta kepolisian memroses hal tersebut secara hukum, mulai langkah investigasi, penyelidikan, penyidikan, hingga penindakan, serta mengusut tuntas hingga ke akar maupun jaringan lainnya agar aksi terorisme tidak terus meluas.
Sementara itu, pada Selasa (15/8), Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo menanggapi dengan positif apa yang dilakukan Densus 88 Antiteror yang menangkap oknum pegawainya inisial DE yang merupakan juru lansir, terkait keterlibatan terorisme.
"PT KAI mendukung kepolisian maupun aturan-aturan atau proses hukum. Kami juga akan selalu berkoordinasi dengan kepolisian," ujar Didiek kepada wartawan di Banyuwangi, Jawa Timur.
Menurut Didiek, oknum pegawai KAI yang diduga terlibat jaringan terorisme dan ditangkap Densus 88 Antiteror itu merupakan juru lansir di Stasiun Jakarta Kota.
"Kami juga sudah tegaskan dan menginstruksikan kepada masing-masing pimpinan unit harus mengetahui bawahannya langsung," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Gempa Pacitan Guncang DIY: 40 Warga Dirawat Medis, Kerusakan Terkonsentrasi di Bantul
-
Berapa Besaran Zakat Fitrah 2026 di Sumatera Utara? Cek di Sini
-
Buntut Mens Rea, Pandji Pragiwaksono Bawa Hasil Diskusi MUI ke Penyidik Polda Metro Jaya
-
Mau Digaji Berapa Pun Tetap Korupsi! Anggota DPR Soroti Mentalitas Hakim Usai OTT di PN Depok
-
Pemilik Kucing di Blora Tolak Damai, Tuntut Pelaku Penganiayaan Hewan Diproses Hukum
-
Sempat Dirumorkan ke Persib, Cyrus Margono Justru Dilaporkan Gabung Persija
-
Gaji Pas-pasan? Ini Trik Kumpulkan Dana Darurat Tanpa Menyiksa Dompet
-
Ribuan Warga Agam Masih Tinggal di Pengungsian, Tersebar di Tiga Kecamatan
-
BATC 2026: Comeback Gemilang Ester dan Tim Putri Indonesia Runner Up Grup X
-
11 Juta Peserta BPJS PBI Tiba-Tiba Dinonaktifkan, DPR Soroti Dampak Fatal pada Pasien Gagal Ginjal