TANTRUM - Indonesia saat ini memiliki penetrasi kepemilikan kendaraan roda dua tertinggi di dunia (sekitar 42 persen berdasarkan jumlah kendaraan yang dimiliki per 100 penduduk), dan merupakan pasar terbesar ketiga untuk kendaraan roda dua, dengan estimasi enam juta sepeda motor terjual setiap tahunnya.
Dengan kondisi itu, PT Ilectra Motor Group (IMG) dengan merek kendaraan listrik ALVA, siap bertarung merebut pasar kendaraan listrik roda dua di Indonesia dinilan mereka sangat besar.
“Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan kendaraan listrik. Melihat potensi yang besar tersebut, IMG memasang target besar untuk menjadi pemain kendaraan listrik roda dua terkemuka di Indonesia,” kata Direktur Utama dan CEO PT IMG, Purbaja Pantja.
Ia mengatakan, membangun solusi mobilitas gaya hidup, Purbaja mengatakan, perusahaan yang didirikan pada 2021 itu, berfokus tidak hanya pada pengembangan produk kendaraan roda dua listrik tetapi juga ekosistem pendukungnya.
Memanfaatkan kemampuan riset dan pengembangan yang dibangun sejak awal, IMG sebelumnya juga telah meluncurkan dua model produk sepeda motor listriknya, yaitu ALVA Cervo dan ALVA One, yang akan memperkuat penetrasi IMG ke pasar kendaraan listrik roda dua.
Dengan model-model tersebut, ALVA telah mencapai posisi terdepan di pasar kendaraan listrik roda dua premium di Indonesia. Fasilitas manufaktur IMG juga dapat memproduksi kendaraan listrik secara masif.
Pabrik manufaktur IMG di Cikarang, Jawa Barat, telah beroperasi sejak kuartal keempat tahun 2022 dengan total kapasitas 100 ribu unit per tahun. Selain itu, ALVA Experience Center di SCBD, Jakarta, serta ALVA Studio di Mall Bali Galeria, Bali, juga telah beroperasi penuh untuk mendukung pengalaman konsumen terhadap produk, penjualan, hingga layanan purna jual.
“Kami berusaha menyediakan produk berkualitas tinggi yang disesuaikan untuk konsumen Indonesia di semua aspek transportasi perkotaan termasuk performa, jangkauan baterai, dan keselamatan. juga meningkatkan pengalaman pelanggan saat kami memperluas cakupan ke seluruh Jawa dan Bali pada 2023,” jelas Purbaja.
Ia menegaskan, pasar kendaraan listrik roda dua diproyeksikan tumbuh pesat karena harganya sebanding dengan motor non-listrik.
Baca Juga: Aloha PIK Adakan Rangkaian Kegiatan di Hari Kemerdekaan
"Ditambah dengan biaya operasional yang jauh lebih rendah, dan dukungan ambisius pemerintah dalam mendorong elektrifikasi, menyediakan infrastruktur, dan mempromosikan konversi kendaraan listrik di Tanah Air," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Iftar Buffet Wyndham Opi Hotel Palembang Diskon 20 Persen, Ini Menu dan Paket Menginapnya
-
PTBA Serahkan Fasos dan Fasum, Dorong Permukiman Lebih Layak dan Tertata
-
Belajar AI Tanpa Ribet, Internet BAIK Festival Telkomsel Bikin Pelajar Jambi Level Up Skill Digital
-
7 Fakta Kebakaran Hebat di Pabrik Singkong Lampung Tengah yang Viral di Medsos
-
Cek Fakta: Benarkah Klaim Jokowi Resmi Jadi Wantimpres?
-
Film Baru Charlies Angels Siap Diproduksi, Kembalinya Tiga Sosok Ikonik ke Layar Lebar
-
Viral Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak Parah, Metro Gempar
-
Tak Cuma BUMI, Ini Saham-saham Bakrie yang Harganya Meroket
-
Anggota DPR Soroti Pengeroyokan Sopir Truk oleh 5 Pegawai Bea Cukai di Batam
-
Diversifikasi Kearifan Lokal Desa Citengah dalam Pengembangan Desain Batik