/
Rabu, 06 September 2023 | 12:42 WIB
Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, (Suara.com/Bagaskara)

Alissa Wahid, putri almarhum Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, 'menyemprit' Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk berhenti menjual nama ayahnya.

Melalui Twitter X, Alissa Wahid meminta agar PKB berhenti membuat narasi kebohongan tentang konflik antara Gus Dur dan Ketua PKB Muhaimin Iskandar atau yang karib disapa Cak Imin.

"Akui, dulu (Cak Imin--RED) menyakiti GD (Gus Dur). Saya saksi hidup bagaimana dampak hal tersebut pada kesehatan beliau," tulis Alissa Wahid seperti dikutip Suara.com dari akun @AlissaWahid, Rabu (6/9/2023).

Selain itu, Alissa juga meminta kepada Cak Imin dan PKB agar berhenti menjual nama Gus dur untuk mencari dukungan, "Toh sudah merasa sukses."

Alissa menegaskan dirinya bukan politikus. Nggak cuma itu, Alissa mengakui tidak memiliki agenda merebut PKB dan enggan berkomentar tentang segala urusan PKB.

"Walaupun PKB mengklaim penerus GD (Gus Dur) tapi mis, tidak pernah muncul saat ada masalah, saya juga tidak pernah komen," terang Alissa.

Yang terang, menurut Alissa, dirinya jelas mengingat ucapan Gus Dur. "Imin merebut PKB dan tidak bisa dibiarkan," ujar Alissa menirukan ucapan Gus Dur.

Sebelumnya, Cak Imin membantah isu terkait kudeta Gus Dur dari Ketua Umum PKB. Sebaliknya, Cak Imin mengklaim dirinya yang dikudeta putri Gus Dur, Yenny Wahid bersama Ali Masykur untuk menduduki kepemimpinan tertinggi PKB.

"Tiap pemilu disiarkan, tentu musiman lah. Tetapi tuduhan saya berkhianat itu sama sekali tidak beralasan, bahkan ada yang bilang saya dikudeta," ucap dia.

Baca Juga: Sinopsis Film 'Sleep Call', Film Terbaru yang Dibintangi Laura Basuki

"Yang benar adalah bahwa justru saya dikudeta, dikudeta orang-orang yang kemudian Gus Dur memberhentikan saya. Bahkan saya dengan ikhlas berhenti dari Ketum, saya nonaktif," katanya.

"Dalam proses kepemimpinan Ali Masykur dan Yenny ini lah hasil kudeta terhadap saya, dan saya terima tidak ada masalah. Tapi di situ karena tidak legitimate, bukan ketua umum, maka harus mengganti ketua umum supaya bisa daftar ke KPU," katanya.

Pernyataan itu disampaikan Cak Imin saat menjadi narasumber Mata Najwa di kanal Youtube Najwa Shihab, Senin (4/9/2023) malam.

Load More