- Polisi selidiki dugaan pidana kebakaran gudang pestisida yang cemari sungai Tangsel.
- Lima saksi diperiksa terkait kebakaran gudang pestisida di Kawasan Taman Tekno.
- Kebakaran gudang pestisida di Setu sebabkan pencemaran air dan ikan mati.
Suara.com - Polres Tangerang Selatan (Tangsel) tengah menyelidiki adanya unsur tindak pidana dalam kasus kebakaran gudang pestisida di Kawasan Taman Tekno, Setu. Insiden yang terjadi pada Senin (9/2/2026) tersebut berdampak luas hingga mencemari aliran anak Sungai Cisadane.
Kasatreskrim Polres Tangsel, AKP Wira Graha Setiawan, menyatakan bahwa pihaknya telah menerbitkan Laporan Polisi (LP) Model A sebagai dasar penyelidikan.
"Kami telah menerbitkan laporan polisi Model A untuk menyelidiki apakah ada dugaan tindak pidana dalam peristiwa kebakaran tersebut," ujar Wira di Tangerang, Rabu (11/2/2026).
Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa lima orang saksi guna mendalami kronologi dan penyebab pasti kejadian.
"Lima saksi yang diperiksa terdiri dari pihak manajer, karyawan, hingga petugas keamanan setempat," tambahnya.
Wira menjelaskan bahwa penerbitan LP Model A menjadi langkah awal untuk mengumpulkan fakta-fakta hukum. Meski penyebab pasti belum diketahui, polisi telah mengidentifikasi titik awal munculnya api.
"Penyebabnya masih diselidiki, namun kami menduga ada satu gudang yang menjadi sumber utama api dalam kebakaran ini," tuturnya.
Selain mengusut penyebab kebakaran, Polres Tangsel juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel untuk meneliti sampel bahan kimia pestisida dari lokasi tersebut. Sampel tersebut nantinya akan diperiksa lebih lanjut oleh tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.
Kebakaran di Taman Tekno Blok K3 ini dilaporkan menimbulkan dampak lingkungan yang serius. Aliran sungai di sekitar lokasi tercemar cairan kimia, ditandai dengan perubahan warna air serta banyaknya ikan yang mati mengambang.
Baca Juga: Dua Rumah di Jalan Bangka Ludes Terbakar Subuh Tadi
Kepala Seksi Pengendalian, Pencemaran, dan Pengawasan Lingkungan (P3L) DLH Tangsel, Hadiman, mengonfirmasi bahwa pencemaran berasal dari cairan kimia gudang yang terbakar. Cairan pestisida tersebut diduga hanyut terbawa air saat petugas pemadam kebakaran melakukan proses pemadaman.
"Cairan kimia tersebut berasal dari gudang penyimpanan pestisida. Saat kebakaran, bahan-bahan kimia itu terkena semprotan air petugas Damkar lalu mengalir hingga ke bantaran kali," jelas Hadiman.
Kondisi tersebut menyebabkan air sungai berubah warna menjadi putih dan mengeluarkan aroma menyengat yang sangat tajam.
"Bahan kimia itu terbawa arus ke anak sungai. Meskipun lokasi tersebut bukan tempat produksi, dampak dari penyimpanan bahan kimia yang terbakar sangat terasa bagi ekosistem air," pungkasnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno