Gibran Rakabuming Raka terbilang kerap dituduh macam-macam selama ini. Salah satunya adalah tuduhan Gibran Rakabuming membeli ijazah palsu. Seiring isu ini, pendidikan Gibran Rakabuming pun ramai disorot.
Tuduhan soal ijazah itu dilayangkan oleh salah satu haters Gibran di media sosial. Dia secara terang-terangan menyebut nama akun X (dulunya Twitter) Gibran dalam cuitan buatannya.
"Jadi apakah si @/gibran_tweet .. orang kuliahan. Kalau kuliahan tanya berapa tahun kalau jawaban pintat-plintut, jangan-janan sama kayak bapaknya, ijazah palsu," tulis akun @/BijiPot.
Di internet, kata kunci "Apa pendidikan Gibran Rakabuming?" pun ramai dicari. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut ulasan singkat riwayat pendidikan Gibran Rakabuming yang kini menjadi cawapres (calon wakil presiden) dari Prabowo Subianto.
Riwayat Pendidikan Gibran Rakabuming
Gibran Rakabuming Raka diketahui merupakan lulusan luar negeri. Putra sulung Presiden Joko Widodo itu menempuh pendidikan setingkat SMA pada tahun 2002 di Orchid Park Secondary School, Singapura.
Lalu di tahun 2007, Gibran lulus dari Management Development Institute of Singapore (MDIS). Dia kemudian melanjutkan pendidikannya ke program Insearch di University of Technology Sydney (UTS Insearch), Sydney, Australia.
Usai lulus pada tahun 2010, Gibran justru tidak bekerja di bidang teknologi sesuai jurusannya. Suami Selvi Ananda itu justru mendirikan usaha katering bernama Chilli Parri. Hal itu yang mengantarkan dia menjabat sebagai ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJBI) Kota Solo.
Tanggapan Gibran Rakabuming soal Ijazah Palsu
Baca Juga: Profil Kim Yoon Sol, Penerjemah Megawati Hangestri di Red Sparks yang Curi Perhatian
Gibran Rakabuming diketahui pernah menanggapi tuduhan membeli ijazah palsu. Kepada wartawan, Gibran meminta mereka untuk menanyakan langsung ke pihak kampus.
"Ya takono kampusku kono neng Singapura (tanya kampusku di Singapura). Ki Gibran lulus tenan opo ora, fotone asli pora, wisudane kapan (Gibran lulus benar apa tidak, fotonya asli tidak, wisudanya kapan)," kata Gibran pada Februari 2023 lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Dari Tradisi Jadi Prestasi: Cerita di Balik Bangkitnya Desa Wisata Kemiren
-
4 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Pramuka yang Singkat dan Menyentuh Hati
-
Prestasi Merosot, Timnas Indonesia Mulai Kehilangan Kepercayaan Suporter?
-
Rupiah Kembali Melemah, Investor Tunggu Inflasi AS dan Pengumuman MSCI
-
Hanya 12 Hari! Spider-Man Brand New Day Sukses Raup Rp29,5 Triliun
-
Bukan Sekadar Ikut Tren: Memaknai Kemerdekaan Digital Gen Z di Tengah Gempuran FOMO
-
Pemerintah Masih Pelajari Mekanisme Refund untuk Konsumen Beras Fortifikasi
-
BTN Gandeng Universitas Negeri Semarang Hadirkan KTM Co-Branding untuk 12.000 Mahasiswa Baru
-
Bunga PNM Mekaar Dipangkas dari 20% Jadi 8%, Berlaku September 2026
-
Negosiasi dengan AS Masih Berlangsung, Indonesia Minta Tarif Lebih Kecil