Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti ikut bereaksi atas kondisi perubahan iklim yang terjadi belakangan ini.
Dikatakan Susi, suhu udara, kemarau berkepanjangan yang kian naik sehingga curah hujan yang tidak beraturan di Indonesia belakangan memperlihatkan permasalahan yang disebabkan keserakahan dan ketamakan manusia.
Susi menyampaikan hal ini saat menjadi keynote speaker forum bertajuk "Narasi Media dan Peran Perempuan dalam Konservasi Laut dan Pesisir" pada Green Press Community (GPC) yang diselenggarakan Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia (The Society of Indonesian Environmental Journalists/SIEJ) di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta, Kamis (9/11/2023).
"Suhu panas ini juga erat kaitannya dengan perubahan iklim. Seperti panas terlalu tinggi dan hujan semakin tak beraturan. Lalu angin juga tak beraturan," kata Susi.
Susi yang berbicara lewat aplikasi Zoom mencontohkan tempat tinggal di Pangandaran, Jawa Barat makin dirasa makin panas.
"Dulu kalau musim kemarau suhunya 19 sampai 20 derajat. Sekarang bisa sampai 27 derajat. Cuaca makin panas," kata Susi.
Ia mengamini jika salah satu penyebabnya adalah ulah manusia.
"Penyebabnya kita yang melakukan kerusakan. Baik disengaja atau tidak. Tapi terbanyak karena ketamakan dan keserakahan," jelas Susi dengan nada bicara agak meninggi.
Susi juga menyoroti dampak kerusakan lingkungan di laut hingga lahan pesisir salah satu penyebabnya ialah lahan tambak baru hingga berdampak pada berkurangnya kawasan mangrove dan bakau.
Baca Juga: Mengaku Tak Bersalah Rusak Rumah Tangga Orang, Dinar Candy Acuh Pasang Foto Mesra dengan Ko Apex
Padahal, hutan bakau dan mangrove berperan penting mencegah kenaikan air laut ke darat.
Ia juga mencontohkan banyak nelayan tak bisa melaut ke tengah dan mengambil ikan di pinggir pantai.
"Seperti di Natuna yang dulu banyak gurita di pinggir pantai, namun sekarang tak bisa karena sudah banyak diambil kapal pencuri ikan di tengah laut," sebut dia.
Susi mengingatkan, untuk membereskan persoalan ini perlu ada kesadaran bersama.
"Pencegahan ini mesti ada kesamaan paham antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan , Kementerian Kelautan Perikanan dan industri," jelas Susi.
Lalu ada gerakan sederhana untuk menanam pohon per orang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Redmi Watch 6 Meluncur di Pasar Global: Harga Sejutaan, Baterai Tahan Lama
-
Semudah Merawat Avanza, Toyota Etios Valco sama Daihatsu Sirion Mending Mana?
-
5 Fakta Senggol Berujung Maut di Cengkareng, Pegawai Toko Roti Tewas Dibacok
-
Link Live Streaming Arsenal vs Atletico Madrid: Rebut Tiket Final, The Gunners!
-
7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
-
Izin Makan Jadi Celah, Bagaimana Anggota TNI AD Kabur Saat Diperiksa Kasus Kekerasan Seksual Anak?
-
18.000 Liter Minyakita Oplosan Disita di Bengkulu, Pakai Minyak Curah dan Kemasan Diubah
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Bukan Oplosan, Ini Modus 'Halus' Penjualan BBM Subsidi di Kalbar yang Terungkap
-
Pelarian Berakhir! Kaur Keuangan Desa Petir Ditangkap Usai 7 Bulan Sembunyi Akibat Korupsi Rp1 M