TANTRUM - Masyarakat diharapkan berpartisipasi dengan mengubah gaya hidup, terutama dalam penaganan sampah yang dihasilkan dalam rumah.
Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019 Susi Pudjiastuti yang juga aktivis lingkungan mengajak untuk memilah dulu sampah di rumah demi lingkungan.
"Penting bagi para pemimpin muda memiliki determinasi dan kontribusi untuk melakukan satu langkah kecil ramah lingkungan secara konsisten. Jangan apa-apa habis pakai lalu buang begitu saja. Jika memang sudah harus dibuang, pilah dulu sampahmu di rumah," kata Susi dalam keterangannya, Sabtu, 30 Juli 2022.
Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program daur ulang yang telah ada agar sampah tidak berakhir di laut.
"Fenomena sampah berakhir di laut ini juga harus kita akhiri, kita tenggelamkan," ungkapnya.
Chief Corporate Affairs, Engagement and Sustainability, L’Oréal Indonesia, Melanie Masriel sampah adalah masalah bersama yang memerlukan langkah kolektif dan sinergis dalam mengatasinya.
Garnier, kata ia, menjalankan komitmen Green Beauty yang telah diluncurkan tahun 2020, salah satunya dengan memilah dan mendaur ulang sampah. Masyarakat yang ingin mengikuti kampanye ini bisa memilah sampah anorganik di rumah, unduh aplikasi eRecycle dan nantinya sampah anorganik sudah dipilah akan dijemput di rumah.
"Akses sudah tersedia, sekarang bagaimana kita sama-sama menjadikan gaya hidup baru ini kebiasaan baru karena satu langkah hijau saja bisa berdampak bagi bumi," katanya.
Corporate Responsibility Director, L'Oréal Indonesia Mohamad Fikri mengatakan. Garnier Green Beauty merupakan bagian dari L’Oréal For The Future, salah satunya ialah komitmen untuk mengurangi timbulan sampah melalui 3 strategi utama yaitu mengurangi penggunaan plastik virgin melalui inovasi kemasan (Reduce), beralih ke kemasan daur ulang (Replace), mengumpulkan kembali sampah kemasan dari konsumen (Recollect).
Baca Juga: Luka Liku Keluarga Dalam Film Nokta Merah Perkawinan
Garnier dari PT L’Oréal Indonesia, tegas ia, salah satu produser pertama yang telah berkomitmen untuk memenuhi target KLHK pada Permen LHK No. P.75 Tahun 2019 yang meminta produser untuk mengurani timbulan sampah sebanyak 30 persen di tahun 2029.
"Kami juga ingin berterima kasih kepada seluruh masyarakat dan mitra yang telah membantu terkumpulnya 119 ton sampah di tahun 2021," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?
-
Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD
-
Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi