/
Jum'at, 09 September 2022 | 16:06 WIB
Kolase ilustrasi para Jenderal dan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. (Instagram @kadivpropam)

SuaraTasikmalaya.id – Teka-teki alasan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi tidak ditahan diduga bukan karena alasan memiliki anak kecil.
 
Baru terungkap, diduga tidak ditahannya istri Ferdy Sambo diduga ada peran dari tiga jenderal yang pernah melakukan pertemuan.
 
Diduga ketiga jenderal tersebut membahas soal kasus Ferdy Sambo yang diduga mendalangi kasus kematian Brigadir J.
 
Dugaan adanya pertemuan tiga jenderal yang memiliki sebagai kapolda tersebut diungkap Aktivis Perempuan, Irma Hutabarat.
 
Irma menduga, ada pertemuan tiga kapolda di kota besar berkumpul untuk membahas strategi meringankan Ferdy Sambo. 
 
Ketiga kapolda tersebut disebut Irma, diduga yang menyokong skenario jahat Ferdy Sambo. 
 
Irma mengatakan, ketiga kapolda tersebut bertemu pada 29 Juli 2022 yang disebutnya dilaksanakan di markas kepolisian di Jakarta.
 
Menyoal pertemuan tersebut, Irma mengatakan jika sifatnya sangat rahasia. Pada pertemuan itu, diduga ada persekongkolan setelah kematian Brigadir J tewas. 
 
Melihat adanya informasi itu, Irma lantas menilai jika sejak awal Brigadir sudah diicar untuk disingkirkan.
 
Di awal-awal pertemuan, Irma mengatakan jika yang dilibatkan bukan anak buah Ferdy Sambo, tetapi tiga jenderal tersebut.
 
"Awal-awal itulah yang melibatkan (dugaan tiga kapolda). Bukan hanya anak buahnya Sambo, tetapi rekannya dari ketiga kapolda itu," kata Irma Hutabarat menjelaskan diacara TVOnenews, baru-baru ini. 
      
Selain tiga kapolda, Irma juga menyebut ada beberapa LSM besar yang ikut terlibat dalam pertemuan yang berlangsung pada 29 Juli 2022.
 
Target dari kumpulan itu, Irma menduga untuk keadilan gender. Targetnya adalah memberikan assessment kepada Putri Candrawathi seolah-olah istri Ferdy Sambo itu depresi dan PTSD (post-traumatic stress disorder). 
 
Irma lantas melihat jika apa yang terjadi saat ini diduga dampak dari pertemuan para jenderal tersebut.
 
"Nah itu (pelecehan seksual) yang masih dibawa sampai sekarang,” kata Irma. 
 
“Pada waktu itu, waktu diundang di sana, kan bisa diteliti bisa ditelusuri. Apa yang dilakukan  tiga kapolda tersebut," terangnya. 
 
Irman kemudian meminta ada pertanggungjawaban dalam pertemuan tiga jenderal dengan LSM tersebut.
 
Satu LSM yang diduga ikut dari penjelasan Irma adalah yang terang-terangan membela istri Ferdy Sambo.
 
Dalam acara itu Irma mengatakan, jika alibi dari LSM tersebut sudah dipatahkan oleh Pakar psikologi forensik dan Pemerhati Kepolisian, Reza Indragiri.
 
"Salah satunya itu adalah (nama orang) yang psikologinya (nama orang) itu yang memberikan assessment yang kemarin dibantah Reza Indragiri (Pakar psikologi forensik dan Pemerhati Kepolisian)," sambungnya. 
 
Dengan melihat Gerakan para jenderal dan LSM, Irma lantas menduga hal tersebut bagian dalam skenario dan rekayasa yang masih dimainkan Ferdy Sambo dan istrinya. 
 
"Buktinya Putri (istri Ferdy Sambo) tidak ditahan, skenarionya sama. Rekayasa yang dari awal itu masih tetap jalan," jelasnya. 
 
Melihat dampak dan apa yang terjadi saat ini, Irma mengatakan tidak bisa membayangkan secara utuh tentang kekuatan geng Ferdy Sambo.
 
Irma menduga, Ferdy Sambo juga tidak hanya melibatkan yang di bawahnya, tetapi diduga yang level di atasnya pun ikut terlibat.
 
"Jadi yang selama ini luput, kita ini mencintai Kepolisian. Maka kita wajib membantu dan mengetahui jika transparansi tidak bisa sebagai retorika saja," tandasnya. 
 
Irma lantas menyebut ketiga nam jenderal tersebut sudah sampai ke telinga tim khusus yang mendapat dari Kapolri membereskan kasus tersebut.
 
"Saya mengingatkan! Kepolisian Republik Indonesia ini bukan hanya milik polisi saja,” katanya.

Load More