SuaraTasikmalaya.id - Besarnya pengaruh Ferdy Sambo saat menjabat Kadiv Propam diakui Kapolri Jenderal Listyo Sigit.
Dalam kasus pembunuhan Brigadir J, jenderal bintang dua ini menggunakan kekuatan dan pengaruhnya untuk menekan dan mempengaruhi penyidik.
Bukan hanya penyidik yang kebanyakan pangkatnya di bawah Ferdy Sambo, para jenderal yang setara pun termakan omongan Ferdy Sambo.
Belum lagi para petinggi negara lainnya, termasuk para anggota DPR yang juga percaya omongan Ferdy Sambo.
Lengkap sudah, seakan skenario Bharada E baku tembak dengan korban Brigadir J sudah di atas angin.
Namun pengaruh Ferdy Sambo ini tidak untuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sang jenderal malah menantang balik Ferdy Sambo membuktikan kejadian baku tembak tersebut.
Tentang besarnya pengaruh Ferdy Sambo ini diceritakan Kapolri. Diakui, bahwa penyidik kepolisian sempat ketakutan saat mengusut kasus kematian Brigadir J.
Diceritakan kepada jurnalis senior Budiman Tanuredjo di Satu Meja The Forum, Kapolri menggambarkan suasana usai kejadian.
Dilihat dari akun instagram @satumejaforum pada Rabu (7/9/2022), Kapolri mengatakan akhirnya menonaktifkan Ferdy Sambo sebagai Kadiv Propam Polri.
Baca Juga: Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Tahun 2023, Menpora: Sejumlah Fasilitas Perlu Perbaikan
Kapolri mengambil langkah itu setelah menerima informasi intimidasi jika sejumlah penyidik diduga terlibat dalam pengusutan kasus kematian Brigadir J.
“Kita minta Sambo dinonaktifkan. Saat itu kami mendapat informasi-informasi ada kesulitan dari Timsus yang saat itu bertekad bekerja secara baik,” ucap Listyo.
Setelah mengambil langkah tegas, semua mulai mendalami kasus kematian Brigadir J.
Diakui Kapolri, awalnya penyidik mendapat informasi ada upaya menghalangi upaya penyelidikan kasus.
“Kemudian saya dalami. Dan saya dapat informasi bahwa ada upaya intimidasi,” jelas Listyo.
Selain itu, Listyo menemukan upaya Ferdy Sambo membuat skenario untuk disampaikan ke orang-orang yang punya pengaruh.
Berita Terkait
-
Tak Bisa Mengelak! Dua Kali Pertemuan Kapolri dan Ferdy Sambo, Skenario Pembunuhan Brigadir J Berubah Total
-
Perlawanan Brigadir J Saat Dituding Kuat Maruf Melecehkan Istri Ferdy Sambo, Bripka RR Sampai Pasang Badan hingga Bongkar Fakta Soal Perkosaan
-
Selama Ini Tabuh Genderang Perang ke Ferdy Sambo, Pengacara Brigadir J Ternyata Sudah Dibidik: Ada Didatangi Kapolda di Daerah
-
Rintihan Hati Emak-emak yang Remuk Lihat Istri Ferdy Sambo: Itulah Hebatnya Hukum di Indonesia, Mungkin Ada Orang Kuat
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
WU The Series Akhirnya Tayang, Intip Sinopsis dan Deretan Bintangnya
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Mengolah Sampah Organik Jadi Bernilai Ekonomi, Ini Langkah Sederhananya
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Film Agak Laen: Menyala Pantiku Akhirnya Masuk Netflix, Catat Tanggal Penayangannya
-
Respons Kelme Soal Nameset Jersey Timnas Indonesia Copot di FIFA Series 2026
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
37 Kode Redeem FC Mobile Aktif 6 Mei 2026, Ada Hadiah OVR Tinggi hingga 119
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?