/
Rabu, 14 September 2022 | 16:46 WIB
Kolase foto istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Brigadir J, dan ART Susi. (Instagram @kadivpropam)

SuaraTasikmalaya.id – Terkait pengakuan istri Ferdy Sambo yang ngotot telah dilecehkan Brigadir J, rupanya sudah tertuang dalam BAP.
 
Di dalam BAP tersebut diceritakan bagaimana Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi yang mengaku diperdaya Brigadir J.
 
Putri Candrawathi sampai memberi pengakuan dari awal Brigadir J datang, hingga pada posisi berdiri tak jauh dari pintu kaca.
 
Apa yang dilakukan Brigadir J menurut istri Ferdy Sambo, sangat keterlaluan dan menghina harkat martabatnya sebagai wanita.
 
Posisi saat istri Ferdy Sambo diperdaya pun diceritakan. Saat itu Brigadir J langsung menyerangnya secara seksual.
 
Padahal istri Ferdy Sambo saat itu sedang tidak enak badan, namun apa daya disebut Putri Candrawathi jika Brigadir J sudah terlanjur berbuat.
 
Sampai pada dua bulan kasus pembunuhan Brigadir J bergulir, Putri Candrawathi masih mengaku dirinya dilecehkan.
 
Awalnya istri Ferdy Sambo mengaku jika dilecehkan di TKP rumah dinas Kadiv Propam Polri di Duren Tiga, Jakarta Selatan.
 
Namun, pengakuan Istri Ferdy Sambo ini tidak bisa dibuktikan hingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan tidak ada ada pelecehan di Duren Tiga.
 
Namun, saat pemeriksaan yang kesekian kalinya, istri Ferdy Sambo tetap pada pendiriannya, sebagai korban perkosaan.
 
Bahkan pengakuan istri Ferdy Sambo ini sudah dituangkan dalam BAP di Mabes Polri oleh tim penyidik.
 
Putri Candrawathi dalam BAP menceritakan semua kejadian di TKP Magelang. Termasuk saat kejadian itu, istri Ferdy Sambo pasrah.
 
Putri Candrawathi menceritakan secara gambling atas peristiwa yang diakuinya sebagai pelecehan Brigadir J.
 
Mulai dari gaya dan posisi tubuhnya saat dinilai istri Ferdy Sambo, sebagai tindak pelecehan.
 
Saat itu, Putri Candrawathi peristiwa terjadi pada 7 Juli 2022, sekitar pukul 18.00 sampai 19.30 WIB.
 
Ketika itu ia memanggil Brigadir J ke kamar. Istri Ferdy Sambo kemudian mengatakan kepada Brigadir J, jika dirinya sedang tidak sehat.
 
Saat itu, istri Ferdy Sambo mengaku Brigadir J malah berbuat tidak senonoh.
 
Brigadir J langsung meminta istri Ferdy Sambo bangun dan berdiri, serta berjalan menghadap pintu.
 
Saat itu Brigadir J berjalan ke arah kaca. Dia langsung membuka pintu kaca tersebut.
 
Saat merasa situasi tidak aman, Putri Candrawathi mengaku dengan sengaja menyenggol tumpukan pakaian yang sudah disetrika.
 
Tujuannya tak lain agar ada yang mendengar suara itu, dan bisa menyelamatkannya.
 
Namun, ternyata apa yang dilakukan istri Ferdy Sambo gagal.
 
Dia lantas mencoba cara kedua agar lolos dari Brigadir J, yakni dengan cara menendang pintu kaca.
 
Lagi-lagi harapan ada yang mendengar gagal lagi. Brigadir J terus berbuat tak senonoh pada istri Ferdy Sambo.
 
Saat sudah di pintu kaca, Putri Candrawathi tidak melihat siapapun di sekitarnya.
 
Saat itu diakui Putri Candrawathi, Brigadir J menghempaskan tubuhnya hingga mendarat di depan pintu kamar mandi.
 
Tubuh Putri Candrawathi ada seberang pintu kaca dan di depan pintu kamar tidur.
 
Dia mengaku terjatuh dan terduduk menyandar ke keranjang pakaian kotor dengan posisi kaki lurus.
 
Bahkan, istri Ferdy Sambo mengaku jika Brigadir J telah meremas payudara, bagian kewanitaan, dan paha.
 

 
 
 

Sampai mendesah

Kolase islustrasi wajah tersangkan kasus dugaan pembunuhan berencana, istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi berama korban pembunuhan, Brigadir J. (sumber: Instagram @kadivpropam)


 
Sementara itu pengakuan istri Ferdy Sambo justri bertentangan dengan saksi ART wanita bernama Susi.
 
Susi mengaku melihat Brigadir J masuk kamar istri Ferdy Sambo.
 
Tak lama dari sana, Susi malah mendengar suara desahan yang berasal dari dalam kamar.
 
Padahal, istri Ferdy Sambo mengaku melakukan berbagai cara untuk melawan Brigadir J.
 
Putri berupaya menimbulkan kebisingan, mulai dari menyenggol keranjang hingga menendang pintu.
 

Load More