Suara.Tasikmalaya.id – Hampir dua pekan ini pemerintah dengan segala fasilitas negaranya belum mampu menangkap sosok menakutkan di dunia maya, Bjorka.
Pemerintah saat ini sedang gencar memburu Bjorka, hacker yang membuat kegaduhan dengan menarget para Menteri dan pejabat negara.
Publik lantas terbelah atas aksi Bjorka yang terus berulah tanpa bisa dihentikan negara, ada yang mendukung ada juga yang takut menjadi korban sang hacker.
Sampai saat ini Bjorka terus mengklaim telah meretas sederet data rahasia pemerintah.
Upaya yang dilakukan pemerintah pun masih nihil, meski mengaku sudah melakukan penangkapan pada beberapa orang di berbagai daerah terkait Bjorka.
Hingga saat ini dipastikan jika sosok Bjorka masih belum ditemukan. Klaim sudah dilakukan penangkapan, diledek langsung Bjorka.
Secara santai Bjorka terus meledek dan melayangkan ejekan kepada pemerintah yang telah menangkap seorang pemuda asal Madiun terduga Bjorka.
Dari sana timbul pertanyaan, apakah pemerintah akan mampu menangkap Bjorka?
Atau pasukan negara ini akan terus diajak bermain kucing-kucingan lantaran tak mudah menangkap Bjorka.
Berikut adalah upaya yang dilakukan pemerintah untuk meringkus Bjorka
1. Bentuk Emergency Response Team
Negara siap-siap menganggarkan dananya yang sudah jebol itu untuk memburu sosok Bjorka.
Meski tak menyebut anggaran, namun Presiden Joko Widodo alias Jokowi ini sudah memerintahkan membentuk sebuah Tim Khusus (Timsus) bernama emergency response team.
Upaya Jokowi dan tim ini katanya untuk menghadapi gelombang serangan siber yang salah satunya dilakukan Bjorka.
Timsus yang dibentuk atas perintah Jokowi ini lahir saat rapat internal yang dipimpin oleh sang presiden pada Senin (12/9/2022) di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Di dalam ruang rapat itu ada Kepala BSSN, Hinsa Siburian, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, serta Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate.
Bukan itu saja, timsus juga mendatangkan amunisi dengan menggaet Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.
Kemudian bantuan juga datang dari Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
"Tim Siber Polri sudah masuk tim terpadu bersama BIN dan BSSN," kata Kepala Divisi Humas (Kadiv Humas) Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo di Jakarta, Selasa (13/9/2022).
Klaim kantongi identitas Bjorka
Sejatinya pemerintah dengan kekuatan ‘udaranya’ mengklaim sudah mengamankan sosok Bjorka.
Beberapa akun diduga robot menggiring pada satu sosok yakni pemuda asal Cirebon, yang ternyata kabar tersebut membuat si Bjorka tertawa dengan drama pasukan ‘udara’ diduga milik pemerintah.
Bahkan pejabat sekelas Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM (Menkopolhukam) Mahfud MD sudah mengatakan tim gabungan Badan Intelijen Negara (BIN) dan Polri berhasil mengidentifikasi identitas asli peretas Bjorka.
"Kami (tim gabungan) terus menyelidiki karena sampai sekarang ini gambaran pelakunya sudah teridentifikasi baik oleh BIN dan Polri," kata Mahfud MD, Rabu (14/9/2022).
Pemuda berinisial MAH dari Madiun diamankan
Diduga, pasukan ‘udara’ pemerintah sudah mengamankan sosok Bjorka di Madiun.
Informasinya Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri telah menangkap sosok Bjorka yakni pemuda dari Madiun berinisial MAH (21).
Mereka langsung menduga jika MAH harus diamankan terkait dengan peretasan atau serangan siber dari hacker Bjorka.
"Yang baru saya dapat informasi kan yang ada di Jawa Timur (Madiun, red) saja yang masih didalami, satu orang saja yang masih didalami," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Kamis (15/9/2022).
Pemuda tersebut kini dalam penguasaan aparat untuk diamankan dan diperiksa terkait keterlibatannya dalam kasus peretasan Bjorka.
Kendati demikian, MAH yang bernama lengkap Muhammad Agung Hidayatulloh (21) hanyalah seorang warga Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun yang merupakan seorang pedagang es.
Ibunda dari MAH tersebut juga mengungkap bahwa sang anak tak memiliki komputer ataupun koneksi internet yang memadai.
"Tidak punya komputer, hanya ponsel satu itu di tangan," ucap ibunda Agung dalam sebuah cuplikan video.
Bjorka ledek upaya pemerintah: Sebut idiot hingga wanti-wanti Menteri Kominfo dicopot Jokowi
Bjorka akhirnya muncul kembali ke permukaan publik mengomentari sederet upaya yang dilakukan pemerintah demi menemukan keberadaan dirinya.
Dengan santainya, Bjorka melayangkan ledekan ke pemerintah dan kembali menggunakan kata 'idiot' yang sebelumnya viral.
Ia juga menuding sosok Dark Tracer yang membeberkan informasi palsu terkait keberadaannya.
"Mungkin anak ini sekarang sudah ditangkap dan diinterogasi oleh pemerintah Indonesia. Untuk Darktracer, ini adalah dosamu memberikan informasi salah kepada sekelompok idiot," tulis Bjorka via Telegram.
Tak henti di situ, Bjorka juga mewanti-wanti kepada masyarakat bahwa nasib buruk yang akan menimpa Menteri Kominfo Johnny Gerard Plate hanya menunggu waktu.
Bjorka menebak bahwa sebentar lagi akan dipecat dari kementerian oleh presiden Jokowi.
"Bagus, Pak Presiden. Pastikan penggantinya adalah orang yang mengerti teknologi, dan bukan dari partai, politisi, atau tentara, karena semuanya akan jadi tidak berarti," lanjutnya.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
-
Sosiolog: Bjorka Berhasil Pecah Isu yang Lagi Terjadi, Termasuk Kasus Ferdy Sambo
-
Hacker Akun YouTube-nya Sudah Ditemukan, Ini yang Bakal Dilakukan Denny Sumargo
-
Berbagai Upaya Pemerintah Memburu Bjorka, Malah Berujung Dapat Ledekan dari Si Hacker
-
Peretasan Bjorka Jadi Peluang Penggunaan Teknologi Anak Negeri Perbaiki Keamanan Siber
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Mengenal Habib Mahdi Alatas, Sosok Lantang Suarakan Pelecehan oleh Syekh Ahmad Al Misry
-
Cek Perbedaan Wuling Eksion EV dan PHEV, Biar Nggak Nyesel Pas Turun dari Dealer
-
Ikan Hias Mati karena Listrik Padam: Derita Warga Pringsewu Terbayar Usai Pencuri Kabel Diringkus
-
Kata-Kata Pelatih Indonesia yang Ikut Antar Al Nassr Juara Liga Arab Saudi Putri
-
Hangat dan Penuh Makna, EsCampur97 Hadirkan Pameran Space of Happiness
-
Mengintip Kecanggihan Toyota Woven City Kota Masa Depan Berbasis AI untuk Mobilitas Global
-
Daycare Little Aresha Disegel, Ini Tips Pilih Tempat Penitipan Anak yang Ideal
-
Wariskan Kicauan Burung: Mengapa Berburu dengan Senapan Angin Merusak Desa?
-
The Manipulated: Saat Korban Terpaksa Menjadi Pelaku untuk Bertahan Hidup
-
Imbang dan Atmosfer Damai, Marcos Santos Angkat Topi untuk Bobotoh dan Aremania