SuaraTasikmalaya.id - Apa yang terjadi di Indonesia disebut kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak sangat memprihatinkan.
Sangat sulit untuk mendapat keadilan di negara yang selalu didengungkan sebagai negara hukum ini.
Kamaruddin Simanjuntak kemudian mengajak masyarakat Indonesia menjadikan kasus meninggalnya Brigadir J sebagai pelajaran dalam memilih calon pemimpin.
Secara tegas, Kamaruddin Simanjuntak mengatakan momentum 2024 nanti adalah saat yang tepat memilih presiden yang terbaik dan bertanggung jawab.
Dia berpesan pada masyarakat dapat belajar dari kasus ini, dengan memilih pemimpin yang baik dan bertanggung jawab pada pemilihan umum 2024.
"Jadi saya hanya mengatakan, kita harus selamatkan Indonesia ini, melalui suatu tindakan yang tepat, yaitu pada tahun 2024," kata Kamaruddin Simanjuntak.
Melalui pemilihan presiden nanti, Kamaruddin Simanjuntak mengatakan saat yang tepat untuk membenahi Indonesia.
"Pilihlah pemimpin yang baik yang bertanggung jawab supaya Indonesia ini kita benahi bersama," tuturnya.
Semenjak menangani kasus Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengakui jika banyak rakyat Indonesia yang baik.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Berapa Banyak Serigala yang Dilihat? Temukan Hal Baru Tentang Diri Anda
Namun kata dia, ada beberapa di antaranya yang memang tidak peduli dalam hal penegakkan hukum.
"Kemudian sebenarnya kalau saya perhatikan lebih banyak orang baik di negara Indonesia ini, tetapi tidak peduli," katanta.
Dia menyebut, banyak pengalaman yang di dapat saat dirinya menangani kasus pembunuhan sadis yang dialami Brigadir J.
Dari anak-anak sampai yang dewasa kata dia, memeluk dirinya sambil mengucap terima kasih.
"Terbukti ketika saya ke daerah dari anak-anak sampai dewasa," kata dia menceritakan pengalamannya.
Bukan itu saja, dia pun merasakan bagaimana mereka yang berbeda baik berkerudung atau tidak, memeluk dirinya dan mengatakan terimakasih atas perjuangan yang saat ini sedang dilakukan.
Berita Terkait
-
Pernyataan Mengejutkan Kamaruddin Simanjuntak Usai Pertemuan di Jambi, Ini Pesan dari Keluarga Brigadir J, Menyerah?
-
Ternyata Brigadir J Sempat Tolak Permintaan Istri Ferdy Sambo Masuk Kamar, Bripka RR Lihat Putri Candrawathi dan Yoshua Berduaan di Kamar
-
8 Langkah Catur Ferdy Sambo Lolos dari Jerat Hukuman Mati, Masih Punya Kekuatan Besar, Gangguan Jiwa hingga Putusan Kapolri Batal
-
Ferdy Sambo dan Brigadir J Ternyata Sempat Diancam Dihabisi, Kamaruddin Kirim Sinyal
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Setara Sekolah Swasta Mahal Tapi Gratis, Pemkab Bogor Dongkrak Kapasitas Sekolah Rakyat Jasinga
-
Survei Ipsos: Masyarakat Kini Tak Lagi Mudah Tergiur Promo
-
Bongkar Industri Uang Palsu di Tangerang, WW Belajar dari 'God Hand' Bandung
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Keberlanjutan Tak Lagi Sekadar Tren, Begini Cara Industri Mulai Mengubah Cara Bertumbuh
-
Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos
-
Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI
-
Daftar Identitas 12 Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Indramayu
-
Intip Peluang Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2030 usai FIFA Bahas Format 64 Peserta
-
Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum