/
Senin, 19 September 2022 | 07:13 WIB
Tersangka Ferdy Sambo yang diduga menjadi dalang pembunuhan Brigadir J. (suara.com)

SuaraTasikmalaya.id - Apa yang terjadi di Indonesia disebut kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak sangat memprihatinkan.

Sangat sulit untuk mendapat keadilan di negara yang selalu didengungkan sebagai negara hukum ini.

Kamaruddin Simanjuntak kemudian mengajak masyarakat Indonesia menjadikan kasus meninggalnya Brigadir J sebagai pelajaran dalam memilih calon pemimpin.

Secara tegas, Kamaruddin Simanjuntak mengatakan momentum 2024 nanti adalah saat yang tepat memilih presiden yang terbaik dan bertanggung jawab.

Dia berpesan pada masyarakat dapat belajar dari kasus ini, dengan memilih pemimpin yang baik dan bertanggung jawab pada pemilihan umum 2024.

"Jadi saya hanya mengatakan, kita harus selamatkan Indonesia ini, melalui suatu tindakan yang tepat, yaitu pada tahun 2024," kata Kamaruddin Simanjuntak.

Melalui pemilihan presiden nanti, Kamaruddin Simanjuntak mengatakan saat yang tepat untuk membenahi Indonesia.

"Pilihlah pemimpin yang baik yang bertanggung jawab supaya Indonesia ini kita benahi bersama," tuturnya.

Semenjak menangani kasus Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengakui jika banyak rakyat Indonesia yang baik.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Berapa Banyak Serigala yang Dilihat? Temukan Hal Baru Tentang Diri Anda

Namun kata dia, ada beberapa di antaranya yang memang tidak peduli dalam hal penegakkan hukum.

"Kemudian sebenarnya kalau saya perhatikan lebih banyak orang baik di negara Indonesia ini, tetapi tidak peduli," katanta. 

Dia menyebut, banyak pengalaman yang di dapat saat dirinya menangani kasus pembunuhan sadis yang dialami Brigadir J.

Dari anak-anak sampai yang dewasa kata dia, memeluk dirinya sambil mengucap terima kasih.

"Terbukti ketika saya ke daerah dari anak-anak sampai dewasa," kata dia menceritakan pengalamannya.

Bukan itu saja, dia pun merasakan bagaimana mereka yang berbeda baik berkerudung atau tidak, memeluk dirinya dan mengatakan terimakasih atas perjuangan yang saat ini sedang dilakukan.

"Baik yang tidak berkerudung sampai yang berkerudung, semua tak ada malu-malu memeluk saya, memeluk dan mengatakan terimakasih," ucapnya lagi. 

Merasakan itu semua, Komaruddin Simanjuntak lantas menilai jika semua orang Indonesia ini baik dan rindu negara menjadi lebih baik lagi, namun kurang kompak.

"Artinya mereka rindu Indonesia ini negara yang baik tetapi kita kurang kompak untuk memeperbaiki megara ini oleh karena itu kita harus kompak," ucapnya.

Kontributor : Sakti Chiyarul Umam
Sumber: SuaraJawaTengah.id 

Load More