SuaraTasikmalaya.id - Ada cerita yang cukup menyita perhatian publik dalam kasus Ferdy Sambo bersama sang istri, Putri Candrawathi.
Rupanya Ferdy Sambo sudah siap-siap melakukan perlawanan atas kasus yang membelitnya, yakni dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.
Ferdy Sambo dikabarkan sudah siap menggandeng pengacara papan atas untuk membelanya.
Pengacara tersebut sudah sangat dikenal dan banyak kasus yang bisa 'selamat' saat ditangani pengacara tersebut.
Rupanya Ferdy Sambo benar-benar tak ingin kalah secara cepat atas kasus yang membelitnya.
Untuk memenangkan pertarungan, Ferdy Sambo kabarnya sudah menyewa jasa Hotman Paris Hutapea.
Namun, apa yang menjadi harapan besar Ferdy Sambo akhirnya pupus. Hotman Paris yang awalnya sudah siap merapat dalam barisan Ferdy Sambo, tiba-tiba mengurungkan hal itu.
Hotman Paris mendapat tekanan dari sosok paling berpengaruh dalam hidupnya, apabila benar-benar membela Ferdy Sambo.
Sempat diterima
Baca Juga: Tes Kepribadian: Apa yang Dilihat Pertama, Ungkap Banyak Tentang Pikiran Batin Anda
Hotman Paris Hutapea buka-bukaan soal adanya tawaran untuk membela Ferdy Sambo dalam kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.
Saat itu, Hotman Paris ditawari untuk menjadi pengacara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Dalam pengakuannya, Hotman Paris Hutapea sempat menerima tawaran untuk membela Ferdy Sambo.
Bukan itu saja, Hotman Paris Hutapea bahkan sudah menemukan strategi dan titik terang untuk 'meloloskan' Ferdy Sambo dan istrinya dari masalah pelik ini.
Akan tetapi, Hotman Paris Hutapea akhirnya berubah pikiran. Hotman Paris Hutapea mengurungkan niatnya menjadi pengacara Ferdy Sambo.
Di balik batalnya Hotman Paris Hutapea ada sosok paling berpengaruh yang melakukan intervensi pada dirinya.
Hotman Paris Hutapea mengatakan, sosok tersebut marah besar saat tahu akan membela Ferdy Sambo dan istrinya.
Hotman Paris Hutapea buka-bukaan jika sosok yang marah besar itu adalah istri dan anaknya.
Bahkan mereka sampai marah besar pada Hotman Paris Hutapea andai benar-benar mengambil tawaran menjadi pengacara Ferdy Sambo.
Tentan cerita dirinya diintervensi sosok berpengaruh tersebut diungkap Hotman Paris saat menjadi bintang tamu di YouTube Deddy Corbuzier, belum lama ini.
Sebelum itu, Hotman Paris Hutapea mengaku tim nya ada yang menghubungi dari barisa gerbong Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
"Saya diminta oleh Sambo jadi pengacaranya," kata Hotman Paris Hutapea.
"Diminta juga jadi pengacara istrinya ( Putri Candrawathi)," ucap Hotman Paris Hutapea melanjutkan.
Setelah ada tawaran itu, Hotman Paris Hutapea akhirnya berpikir keras, bahkan sampai tiga hari lamanya.
"Setelah saya tiga hari mikir keras (tawaran jadi pengacara Ferdy Sambo), akhirnya saya menyatakan menolak," ungkap Hotman Paris.
Kata Komnas HAM
Komnas HAM duga Ferdy Sambo tak ada perintah membunuh Brigadir J
Sebelumnya, misteri kematian Brigadir J sedikit demi sedikit terungkap.
Bharada E atau Richard Eliezer yang sudah ditetapkan sebagai tersangka mengaku mendapat tekanan diperintah Ferdy Sambo sebagai atasannya, untuk menembak Brigadir J.
Ferdy Sambo pun ditetapkan sebagai tersangka sebagai otak dari pembunuhan ajudan Brigadir J.
Akan tetapi semua bisa menjadi semakin kacau, lantaran Ferdy Sambo disebut tidak pernah memberi perintah membunuh.
Seperti diketahui jika saat ini ada lima tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir J.
Kelima tersangka itu adalah Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada E, Bripka RR, dan Kuat Ma'ruf.
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mempertanyakan pengakuan Bharada E yang diperintah menembak.
Kata Taufan, perintah penembakan yang diucapkan mantan Ferdy Sambo pada saat pembunuhan Brigadir J, bukan berarti bisa ditafsirkan membunuh.
"Perintah penembakan bisa bermakna hanya melakukan penembakan, bukan membunuh Brigadir J".
Dari pengakuan Ferdy Sambo itu, Taufan mengatakan, perintah penembakan ini hanya memberi efek jera.
Di sana Taufan menyebut, hal itulah bisa menjadi salah persepsi dari Richard Eliezer atas perintah Ferdy Sambo.
Richard yang pada kesaksian sebelumnya, mengaku mendapat perintah menembak dari Ferdy Sambo, bisa menjadi rancu.
"Bisa jadi kemungkinan jika perintah menembak hanya untuk melukai," kata Taufan.
“Richard (Bharada E) bilang saya disuruh menembak. Itu (menembak) kan berarti bukan disuruh membunuh. "Sambo kan bukan bilang ’bunuh Richard, bunuh’" kata Taufan. (*)
Tag
Berita Terkait
-
Sudah Deal Harga! Hotman Paris Akui Mau Jadi Pengacara Ferdy Sambo, Namun Batal Karena Alasan Ini
-
Kapolri Buka-bukaan Tak Bisa Menahan Putri Candrawathi, 'Surat Sakti' Bikin Istri Ferdy Sambo Bebas
-
Kabar Terbaru Istri Ferdy Sambo, Kapolri Turun Langsung Soal Penahanan Putri Candrawathi
-
Setelah Ferdy Sambo Lumpuh, KPK Baru Bersuara Soal Dugaan Suap Mantan Kadiv Propam Polri
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Jaringan WiFi Rumah Tetap Aktif Saat Nyepi di Bali, Tapi..
-
4 Milky Toner Mengandung Ceramide yang Ampuh Perkuat Skin Barrier
-
3 Pernyataan Kontroversial Menag Nasaruddin Umar, Terbaru soal Zakat
-
Mitsubishi Indonesia Persiapkan Produksi Lokal Mobil Hybrid di Awal Tahun Ini
-
Di Balik Retorika Perang Narkoba: Ketimpangan Hukum dan Celah Struktural
-
50 Kumpulan Status WA Bulan Puasa Lucu, Tinggal Copy Paste Aja
-
Anwar Abbas Dorong Rusia dan China Bersatu Bela Iran Hadapi Agresi AS-Israel
-
Angkat Kisah Tragedi Woyla 1981, Film Kapal Terbang Dibintangi Naysilla Mirdad hingga Oka Antara
-
Ramadan dan Kesempatan Kedua: Momentum Reset Diri yang Sering Terlupakan
-
Pelatih Almeria Ingin Rekrut Cristiano Ronaldo