Dia sama sekali tidak menyangka jika jalan kariernya sebagai anggota Polri kandas hanya dalam hitungan jam.
Mimpinya hancur berantakan. Jaringan relasi di kepolisiannya seketika terputus.
Tak ada lagi mimpi indah yang akan dia bangun dengan balutan seragam polisi.
Apalagi jika hakim dalam kasus dugaan pembunuhan Brigadir J ini memvonis dirinya dengan hukuman maksimal, yakni hukuman mati.
Saat ini adalah kesempatan besar bagi Bripka RR untuk membantu dewi keadilan menghakimi perbuatan jahat yang sedang terjadi.
Bripka RR mau tidak mau bisa dikatakan anggota Polri yang sial atau kena getahnya dari skenario jahat yang diduga disusun Ferdy Sambo.
Atau, jika benar Ferdy Sambo melakukan karena emosi sesaat, Bripa RR juga termasuk yang sial.
Dia mungkin tak ingin melekat pada Ferdy Sambo, jika akhirnya ada keputusan sang jenderal yang harus mencabut rekan kerjanya di sesama anggota Polri.
Semua sudah terjadi. Bripka RR sudah ada dalam lingkaran dugaan perencanaan pembunuhan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Sabtu (24/9/2022).
Sejatinya Bripka RR sempat memiliki setitik nurani kemanusian saat mendapat perintah sesat dari Ferdy Sambo.
Tolak perintah Ferdy Sambo
Ketika itu di Saguling, terang-terangan Bripka RR menolak perintah menembak Brigadir J.
Andai saat itu Bripka RR yang mengeksekusi mati Brigadir J, maka dia mati hati dan nuraninya.
Namun, Bripka RR memilih menerima perintah lain dari Ferdy Sambo. Bripka RR menjalankan perintah memanggil 'algojo' untuk mengeksekusi mati Brigadir J, yakni Bharada E.
Dan semua yang terjadi di Saguling hingga eksekusi mati di Duren Tiga, benar-benar jadi kesialan bagi Bripka RR.
Bharada E benar-benar menjalankan perintah dari Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J.
Berita Terkait
-
Seksinya Sophia Latjuba Pamer Body Berbikini Pink, Deddy Corbuzier sampai Mikir Gini
-
Netizen Lega! Sosok Rehan yang Diridukan Wanita Viral Ini Telah Terkuak, Intan Lembata: Laki Banget
-
Polri Bongkar Sosok 'Kakak Asuh' Ferdy Sambo, Ini Penjelasan dari Mantan Penasihat Ahli Kapolri Era Jenderal Idham Azis
-
Bharada E Akui Ada Ritual di Tempat Khusus, namun Tak Ada di Rekonstruksi
-
Perlawanan Bripka RR Sia-Sia, Adegan Tak Terduga Ternyata Dilakukan Ferdy Sambo Sebelum Habisi Brigadir J
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Berani Turunkan Pemain Muda, Hector Souto Buktikan Keputusan Federasi Tak Salah di Piala AFF Futsal
-
Temui Gubernur DKI, PB ORADO Perkuat Dukungan Turnamen Domino
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Bank Sumsel Babel Permudah Akses Bandara, Tol, dan LRT di Palembang, Cukup Tap Tanpa Antre
-
Rahasia LG Jual 3,2 Juta WashTower, Fokus Konsumen hingga Bidik Pasar Indonesia
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam
-
Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Persiapan Haji 2026, Layanan Jemaah Jadi Prioritas
-
Ruang Rawat Inap RSUD Berkah Pandeglang Ambruk, Pasien Panik Berhamburan Selamatkan Diri