/
Kamis, 01 Desember 2022 | 09:27 WIB
Terdakwa kasus pembunuhan berencana Ferdy Sambo saat mengikuti sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (17/10/2022). (Suara.com)

Bharada E mengatakan, saat itu Putri Candrawathi lalu meminta Brigadir J dan Matthius berada dalam satu mobil dengannya.

Sedangkan Bharada E ketika itu diminta untuk ikut dengan menggunakan mobil lain.

Rombongan pun kata Bharada E bergerak melaju ke arah Kemang.

“Nanti Dek Richard, kamu di mobil sendirian ya, di belakang," kata Bharada E menirukan perkataan Putri. 

"Jadi kami (rombongan) jalan, yang mulia, ke arah Kemang,” kata Bharada E.

Lantaran penasaran, Bharada E kemudian bertanya kepada Brigadir J melalui sambungan HT, kemana tujuan rombongan pergi.

Dari sana kemudian, Brigadir J hanya meminta Bharada E agar terus mengikuti arah mobil.

Ketika itu yang Bharada E rasakan, rombongan hanya berputar di area Kemang.

Setelah itu, rombongan kembali mengarah dan berhenti di rumah Jalan Bangka.

Baca Juga: Bisakah Wadah Biodegradable Jadi Solusi Tekan Sampah Plastik Saat Tanam Pohon?

Di sana Bharada E melihat ada kemerahan pada wajah Putri yang saat itu turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah.

"Akhirnya kita balik ke kediaman Bangka. Ibu turun," katanya. 

"Saya lihat ibu kaya lagi marah. Ada anaknya ibu. Masuk semua turun," katanya.

Tak lama dari sana, Brigadir J meminta Bharada E memarkirkan mobil di belakang.

Tak berselang lama kemudian, Bharada E melihat Ferdy Sambo pulang bersama Adzan Rommer dan Saddam.

Bharada E juga melihat wajah Ferdy Sambo yang saat itu tiba di rumah seperti dalam keadaan marah-marah dan langsung ke dalam.

"Setengah jam kemudian Pak FS pulang. Saya lihat Pak FS kayak marah-marah juga langsung masuk ke dalam rumah," katanya. 

"Almarhum (Brigadir J) bilang 'Chad nanti ada pak Elben yang datang rekannya bapak, pas pak Elben datang saya gak lihat karena di belakang," katanya.

Setelah itu kemudian, Brigadir J dan Matthius meminta ajudan lain tidak masuk ke dalam rumah dan berjaga di luar.

Secara pribadi, Bharada E mengaku jika dirinya tidak tahu kejadian apa di dalam rumah.

Saat itulah, Bharada E  melihat ada sosok perempuan yang keluar rumah sambil menangis.

"Setengah jam kemudian ada orang (wanita) keluar dari rumah," katanya. 

"Karena pagar ditutup, saya bilang 'Fon ada orang keluar itu'," ucapnya. 

"Alfon lalu buka pagar dalam. Ada perempuan, saya gak kenal, nangis dia, saya bertanya-tanya ini siapa, saya lihat ke dalam," katanya.

Di sana Bharada E mengaku dihampiri wanita tersebut, lalu menanyakan keberadaan sopirya.

Saat itu juga Bharada E lalu mencari sopir perempuan tersebut yang berada di mobil Pajero hitam.

Tak lama dari, Bharada menyaksikan jika wanita tersebut kemudian naik mobil dan langsung meninggalkan rumah Ferdy Sambo yang berada di Saguling. (*)

Load More