SuaraTasikmalaya.id - Dapat dikatakan bahwa mempercayai diri sendiri lebih penting daripada mempercayai orang lain.
Ini mungkin terdengar keras dan bertentangan dengan apa yang orang tua dan guru kita ajarkan kepada kita, bukan tanpa syarat.
Dikhianati mungkin pengalaman yang sangat berat bagi siapa pun, rasanya seperti serangan pribadi terhadap kejujuran dan perasaan baik kita.
Berkali-kali dihadapkan pada situasi tersebut, kita cenderung lebih memilih untuk mengasingkan diri, bahkan ada yang menjadi agak anti sosial dan lebih memilih menyendiri, mungkin karena takut akan pengkhianatan baru.
Lantas, bagaimana cara kita agar bisa percaya lagi dengan orang yang telah menghianati kita?
Tes kali ini akan membantu Anda menemukan jawabannya. Anda hanya tinggal memilih satu di antara ketiga kartu di atas.
Pilih kartu mana yang paling membuat Anda tertarik, kemudian ketahui bagaimana cara agar Anda dapat mempercayai orang yang telah menghianati Anda.
Dikutip dari Namastest, berikut adalah penjelasan dari kartu yang telah Anda pilih.
Jika Anda memilih kartu pertama: Ketenangan
Saat kerusakan terjadi, Anda bisa terjebak dalam amarah dan tidak beranjak dari sana. Karena itu, untuk percaya lagi, Anda harus menyembuhkan energi yang merusak diri Anda itu.
Anda marah karena apa yang terjadi, karena mereka memanfaatkan Anda, karena mereka menertawakan Anda, karena Anda tidak mengindahkan peringatan, dan Anda dapat melanjutkan daftar alasannya.
Maka sadarilah bahwa amarah adalah kesedihan yang mendalam, dan mulailah menangis, biarkan air mata membersihkan semua pengalaman itu, sehingga lahirlah kesembuhan yang sesungguhnya. Kemarahan hanya akan menyakitimu.
Jika Anda memilih kartu kedua: Penguasaan
Untuk percaya lagi saat Anda dirugikan, Anda harus memaafkan diri sendiri karena tidak mendengarkan, karena berpura-pura buta atau tuli saat semua tanda menunjukkan akhir.
Mungkin lebih dari satu yang mengatakan hal yang sama kepada Anda tentang hal itu, Anda mendengar hal-hal tertentu yang terdengar buruk bagi Anda, tetapi bagaimanapun Anda memutuskan untuk melanjutkan, dan sekarang Anda menderita.
Berita Terkait
-
Tes Psikologi: Perhatikan Baik-Baik, Satu di antara Gambar Ini akan Membawakan Pesan Penting dari Tuhan untuk Anda
-
Tes Psikologi: Pilih Satu Kartu, Ada Pesan dan Nasihat Cinta yang Sangat Penting untuk Anda
-
Tes Psikologi: Apa yang akan Terjadi pada Anda dalam Beberapa Hari ke Depan? Cari Tahu Jawabannya Lewat Kartu Tarot Berikut
-
Tes Psikologi: Pilih Satu Kartu Tarot, Temukan Nasihat Berharga Bagi Anda untuk Menuju Kesuksesan
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Dikritik Pedas Soal Cokelat Premium, Aurel Hermansyah: Menurutku Itu Kasar
-
vivo V70 Series Resmi di Indonesia: Kamera ZEISS 10x Zoom atau 200MP, Pilih Festival atau Travel?
-
Solidaritas Tanpa Batas: Warga Iran Tetap Bela Palestina di Tengah Gempuran Rudal AS-Israel
-
Spesifikasi OnePlus 15T Bocor, Upgrade Lensa Kamera Periskop LUMO Terbaru
-
Film Good Luck, Have Fun, Don't Die: Satir Gila tentang Kecanduan Teknologi
-
Bangga, Brand Modest Fashion Bekasi Sampai ke Hong Kong: Berdayakan Pekerja Lokal!
-
OTT Bupati Cilacap Guncang PKB: Kader Terkejut, Minta Publik Tunggu Penjelasan Resmi KPK
-
Pancing Hujan Buatan, 35 Ton Garam Disemai untuk Tekan Karhutla di Riau
-
Kenapa Kita Cenderung Impulsif saat Memegang Uang THR? Ini Alasannya
-
Terlalu Tua untuk Bekerja? Wajah Ageisme di Dunia Kerja Indonesia