/
Selasa, 13 Desember 2022 | 21:44 WIB
Dalam kajian secara umum, UAS mengatakan tentang bagaimana hukum orang Islam yang memelihara anjing.(Instagram/@ustadzabdulsomad_official)

SuaraTasikmalaya.id - Ustaz Abdul Somad menjelaskan secara gamblang satu hal yang akan mengurangi pahala yang dengan susah payah dikumpulkan.

Bahkan, jika Umat Islam sampai terjebak, maka pahala sebesar Uhud akan kembali sirna.

Lantas apa yang menyebabkan pahala kita akan jadi sia-sia?

Rupanya dalam kajian UAS sapaan Ustaz Abdul Somad, ada satu hewan yang biasa dipelihara maka akan mengurangi setiap amalan yang dilakukan.

Pahala tersebut akan secara terus-menerus berkurang jika hewan peliharaan tersebut tetap berada di dalam rumah.

Dalam kajian secara umum, UAS mengatakan tentang bagaimana hukum orang Islam yang memelihara anjing.

Umat Islam dikatakannya, tidak bisa sembarangan memelihara hewan peliharaan.

Kemudian UAS mengatakan satu di antara hal yang disayang ketika memelihara hewan yang haram, maka dikatakan Ustadz Abdul Somad akan mengurangi pahala.

Ustadz Abdul Somad kemudian menjelaskan semua umat muslim untuk tidak diperbolehkan memelihara anjing.

Baca Juga: Syahrini Saking Sakitnya Jadi Korban Pembunuhan Karakter sampai Unggah Ceramah Ustaz Abdul Somad, Apa Isi Isinya Tausiahnya?

Kata UAS, jika masih memelihara anjing, maka sesuai kajian yang disampaikan Ustaz Abdul Somad, akan berimbas dalam hal pengurangan pahala yang dimiliki.

"Siapa yang memelihara anjing, bukan anjing pemburu atau untuk berburu bukan pula anjing penjaga, maka satu hari pahalanya dikurangi sebesar bukit uhud," terang  Ustadz Abdul Somad dilansir  dari kanal youtube FODAMARA TV.

Ustaz Abdul Somad menggambarkan jika Bukit Uhud memiliki panjang hingga 7 kilometer.

Dengan ukuran tersebut maka kata UAS tidak sebanding dengan amal yang diibaratkan sebesar bisul," kata dia. 

Jika amal kamu dikurangi 7 kilometer, maka sudah barang tentu kamu harus menggantinya.

Nah, andai saja amalan pahala habis, maka hanya kerugian yang akan didapat.

UAS kemudian membagikan hadits shahih yang diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim. 

Dalam hal ini kata UAS ada pengecualian dalam hal  memelihara anjing untuk tujuan menggembala ternak, berburu serta menjaga kebun ternyata diperbolehkan.

Akan tetapi saat ini malah menjadikan anjing sebagai bagian dari kesenangan atau hobi.

Kata UAS diperbolehkan merawat anjing untuk kepentingan berburu dan penjaga.

"Nah, kalau untuk menjaga atau berburu maka diperbolehkan untuk merawat anjing.

Jangan sampai kata UAS, fokus memelihara anjing akan tetapi anak dan istri dibiarkan tidak bisa makan.

Lebih dari itu, Ustaz Abdul Somad kemudian menceritakan bagaimana Malaikat Jibril yang tidak turun untuk menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW, lantaran ada bangkai anak anjing.

Kata dia, saat itu ada bangkai anak anjing di bawa tempat tidur Nabi Muhammad SAW, akan tetpai tidak diketahui.

Setelah sebulan berlalu, kata UAS, barulah Nabi SAW menyapu dan mengetahui jika ada bangkai anak anjing yang telah mengering.

"Maka setelah dikeluarkan turun Jibril sambil membawa ayat, Tuhan tidak akan pernah meninggalkan mu penggalan surah Adh-Dhuha ayat 3, bangkai anak aning saja malaikat tidak mau, apalagi anjing-anjing besar," pungkasnya.

Load More