"Untuk saudara Kuat pertanyaannya adalah kamu memergoki persetubuhan Ibu PC dan Yosua?," kata Ali.
"Apa jawabannya?," tanya jaksa.
"Jujur," jawabnya.
"Berarti apa?," tanya jaksa.
"Tidak memergoki," papar Aji.
"Tidak melihat ya?," ucap jaksa.
"Iya," kata Aji.
Kemudian, Aji menerangkan mengenai jawaban Kuat ketika disodorkan pertanyaan keterlibatan Sambo sewaktu penembakan Yosua. Untuk pertanyaan ini, Kuat menjawabnya tidak jujur.
"Indikasi kedua apa pertanyaannya?," tanya jaksa lagi.
Baca Juga: Foto Traumatisnya Dibandingkan dengan Momen Kaesang Cium Iriana, Gibran Protes
"Untuk saudara Kuat apakah kamu melihat Sambo menembak Yosua? Jawabannya Kuat tidak. Itu hasilnya berbohong," tutur Aji.
Akurasi Tes Poligraf 93 %
Aji Febrianto pernah menjelaskan jika tes poligraf Sambo Cs mempunyai akurasi sampai 93 persen.
Dijelaskan Aji, untuk melakukan uji tes kebohongan harus ada tiga tahapan pemeriksaan, yakni pre test, test, dan post test.
Ketika itu Ferdy Sambo dipasangi sejumlah alat dengan dipasangi empat sensor.
Pertama adalah sensor pernapasan dada, pernapasan perut, elektro derma, dan sensor radiovaskular.
Kemudian Adi menjelaskan jika pemeriksa Sambo Cs adalah merupakan orang yang harus ahli di bidang poligraf.
Dengan seperti itu, kata Aji menjelaskan, tingkat akurasi tes poligraf akan semakin tinggi hasilnya.
Dari hasil skor poligraf Sambo Cs. Hasilnya, hanya Ricky dan Richard yang jujur saat dites dengan alat poligraf.
"Bapak Ferdy Sambo nilai totalnya -8, Putri -25, Kuat maruf dua kali pemeriksaan, yang pertama hasilnya +9 dan kedua -13, Ricky dua kali juga pertama +11, kedua +19, Richard +13," jelas Aji.
Lebih lanjut, Aji menerangkan jika skor plus menunjukkan hasil jujur sedangkan minus menandankan jika terperiksa berohong. Dalam catatanya, Sambo, Putri dan Kuat terindikasi bohong.
Berdasarkan skor, Richard dan Ricky dinyatakan memberikan keterangan jujur. (*)
Artikel ini juga tayang di suara.som berjudul Dites Pakai Alat Uji Kebohongan, Kuat Maruf Bicara Jujur soal Persetubuhan Brigadir J dan Putri
Berita Terkait
-
Dibentak Pengacara Ferdy Sambo, Richard Eliezer Melawan: Yang Suruh Nembak Brigadir J ya Pak Sambo
-
'Sayang, kok Bisa seperti Itu?' Sungguh Fatal yang Dilakukan Brigadir J, Putri Dibuat Tak Berdaya, Ferdy Sambo Ungkap Percakapan Malam Istrinya
-
Masa Lalu Bripka RR Dibongkar di Pengadilan, Hakim Sebut Tak Punya Naluri: Masak Orang ngejar Pakai Pisau Dianggap Biasa
-
Sosok Wanita Cantik yang Menangis 'Kabur' dari Rumah Ferdy Sambo, Ciri-Cirinya Mirip AKP Rita?
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Produk Eksfoliator untuk Kulit Berjerawat Rekomendasi Dokter Estetika
-
Lenovo x FIFA World Cup 2026 Hadir di Indonesia, Luncurkan Laptop AI Edisi Terbatas
-
Daftar Lengkap Mutasi Besar-besaran di Polda Sulut
-
Paylater dan Pinjol: Ketika Kemudahan Berubah Menjadi Ketergantungan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Bukan Drama Chaebol Biasa: Mengapa Cinderella at 2 AM Layak Masuk Watchlist Kamu
-
Love on the Brain: Bertemu Cinta di Balik Laboratorium NASA
-
Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!
-
Vivo Y6a Resmi Rilis, Bawa Baterai Jumbo 7.200 mAh dan Spek Gahar
-
Lelaki yang Menawarkan Euforia Lewat Kereta Luncur di Tengah Belantara