/
Rabu, 14 Desember 2022 | 14:02 WIB
Kolase foto dokumen mendiang Brigadir J bersama istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Secara terang-terangan Aji yang memberikan keterangan saat dia dihadirkan oleh jaksa sebagai saksi. (Dok polri)

"Untuk saudara Kuat pertanyaannya adalah kamu memergoki persetubuhan Ibu PC dan Yosua?," kata Ali.

"Apa jawabannya?," tanya jaksa.

"Jujur," jawabnya.

"Berarti apa?," tanya jaksa.

"Tidak memergoki," papar Aji.

"Tidak melihat ya?," ucap jaksa.

"Iya," kata Aji.

Kemudian, Aji menerangkan mengenai jawaban Kuat ketika disodorkan pertanyaan keterlibatan Sambo sewaktu penembakan Yosua. Untuk pertanyaan ini, Kuat menjawabnya tidak jujur.

"Indikasi kedua apa pertanyaannya?," tanya jaksa lagi.

Baca Juga: Foto Traumatisnya Dibandingkan dengan Momen Kaesang Cium Iriana, Gibran Protes

"Untuk saudara Kuat apakah kamu melihat Sambo menembak Yosua? Jawabannya Kuat tidak. Itu hasilnya berbohong," tutur Aji.

Akurasi Tes Poligraf 93 %

Aji Febrianto pernah menjelaskan jika tes poligraf Sambo Cs mempunyai akurasi sampai 93 persen. 


Dijelaskan Aji, untuk melakukan uji tes kebohongan harus ada tiga tahapan pemeriksaan, yakni pre test, test, dan post test. 

Ketika itu Ferdy Sambo dipasangi sejumlah alat dengan dipasangi empat sensor. 

Pertama adalah sensor pernapasan dada, pernapasan perut, elektro derma, dan sensor radiovaskular.

Load More