/
Senin, 02 Januari 2023 | 15:34 WIB
Bupati pangandaran Jeje Wiradinata memberikan klarifikasi soal video yang beredar (harapanrakyat.com)

SuaraTasikmalaya.com -Video Bupati Pangandaran cekcok dengan warga saat sidak ke warung remang-remang di kawasan Pamugaran Pangandaran viral.

Dalam video itu Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata tampak memarahi seorang warga bahkan  memukulnya saat sidak ke warung remang-remang pada malam pergantian tahun baru 2023 di blok Astana Buda, Desa Wonoharjo, Kecamatan/ Kabupaten Pangandaran, Sabtu (31/12/2022) pukul 22:59:33 WIB.

Keributan itu dipicu oleh oleh salah satu warga bernama Nandar Suhendar alias Ujang Bendo merobek stiker atau segel larangan warung remang-remang di kawasan itu

Saat terjadi percekcokan, tak lama satu warga tersebut sempat terjadi adu jotos dengan satu rombongan yang ikut bersama Bupati Pangandaran.

Buntut  video cekcok Bupati Pangandaran dengan seorang warga, Nandang Suhendar alias Ujang Bendo melaporkan Bupati Pangandaran ke polisi.

“Sesuai kejadian di lapangan, mungkin Bupati kecewa kepada saya karena menyobek segel. Itu bukan segel tapi stiker Pemda menutup sementara kafe dan tempat hiburan,” jelas Ujang Bendo dikutip tasikmalaya,suara.com dari harapanrakyat.com, Minggu (1/1/2023).

 Ujang Bendo menjelaskan duduk perkaranya, warung ditutup hanya sementara. Dan ini warung hiburan. Warga Pamugaran telah melakukan  audiensi dua kali ke Komisi 1 dan Komisi 4 DPRD Kabupaten Pangandaran. Namun buntu. Karena aspirasi merasa tak didengar warga menumpahkan kekesalan dengan menybobek cap pemda bukan stiker larangan.

"Ini bukti kekesalan kami  mewakili warung hiburan malam.  Bupati merasa tersinggung atau apa mungkin,” kata Ujang Bendo.

Sementara itu Bupati Pangandaran,  Jeje Wiradinata meluruskan dirinya bukan memukul tapi mengusap wajah Ujang Bendo yang ngeyel saat ditegur.

Baca Juga: Pemkot Medan Serahkan Bantuan Sarana Prasarana Kepada Kelompok UMKM Pangan

"Kejadian sebenarnya begini, sekitar jam 11 malam, saya sidak ke situ (satu kafe atau warung remang-remang), terus masuk ke kafe yang buka dan bermain musik. Saya katakan kan kalian ditutup, kan belum ada putusan pengadilan apa-apa," ujar Jeje kepada sejumlah wartawan di kediamannya  Minggu (1/1/2023).

Saat itu, mereka tidak bisa ngomong apa-apa. Kemudian sebagai pembinaan dan pembelajaran diambilah kendang dan juga organ musik.

"Terus, silahkan hari Senin (2/1/2023) nanti kamu ambil di kantor Pemda Pangandaran. Itu hanya untuk mendapatkan pembinaan pengawasan," katanya.

Namun, begitu Ia mau sidak ke kafe atau warung remang-remang sebelahnya, melihat pintu segelnya sudah tersobek.

"Saya tanya ke pak Keman disitu, siapa yang menyobek segel larangan warung remang-remang? Katanya, yang nyobek  Ujang Bendo," ucap Ia.

Menurutnya, satu warga yang bernama  Ujang Bendo tersebut bukan pemilik kafe tapi tiba-tiba menyobek segel tersebut.

Load More