SuaraTasikmalaya.id -Bursa pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) asal Jawa Barat (Jabar) bakal diramaikan oleh seniman atau pelawak, Setelah Aa Oni Suwarman atau Oni SOS, giliran Komeng yan bakal maju.
Seperti diketahui Aa Oni Suwarman sudah dua periode duduk sebagai anggota DPD RI perwakilan Jabar bahkan meraih suara terbanyak pada Pemilu 2019 .
Sosok artis memang paling banyak diminati warga Jabar. Anggota DPD yang terpilih pada periode 2010-2024 dari Jabar adalah Amang Syafrudin (tokoh masyarakat), H Asep Hidayat SAg (kalangan pesantren), Dra Dra. Ir. Hj. Eni Sumarni MKes. (pengusaha dan dosen)
Komisioner KPU Jabar, Endun Abdul Haq membenarkan komedian Komeng mendaftarkan diri sebagai calon DPD RI asal Jabar. Namun, ada beberapa berkas yang harus dipenuhi oleh Komeng.
"Beliau (Komeng) benar mendaftarkan diri. Sekarang masih pemberkasan, pada 4-6 Februari 2023 di rekap dan diumumkan yang lolos verifikasi administrasi (vermin)," ujar Endun Kamis (26/1/2023).
1. Pemberkasan bakal calon DPD RI asal Jabar masih berjalan
Endun menjelaskan, pendaftaran bakal calon DPD RI asal Jabar sudah digelar sejak beberapa waktu kemarin. Saat ini para bakal calon tengah melakukan penyiapan pemberkasan. Adapun total yang sudah mendaftarkan diri ada 59 bakal calon.
"Dari 59 bacalon, yang datang melakukan perbaikan 48 bacalon, baik yang memenuhi syarat (MS) diawal maupun belum memenuhi syarat (BMS). Sejumlah 11 bacalon tidak datang untuk melakukan perbaikan karena sudah MS di awal. Sejumlah 17 bacalon memohon perpanjangan waktu 2x24 jam," katanya.
2. Advokat hingga incumbent turut mendaftarkan diri
Dalam proses pendaftaran DPD RI asal Jabar, bakal banyak wajah baru dari berbagai kalangan. Namun, Endun memastikan, ada juga beberapa incumbent yang turut mendaftarkan diri untuk menjadi legislator non-partai ini.
"Yang mendaftarkan diri ada incumbet, advokat, lembaga pendidikan, wiraswasta, pekerja seni, artis dan lainnya," ucapnya.
3. KPU Jabar belum bisa sebut nama yang resmi menjadi calon DPD RI asal Jabar
Komedian Komeng Nyalon di Pemilihan DPD RI Asal JabarLogo KPU (journal.kpu.go.id)
Endun memastikan, hingga saat ini belum ada nama yang bisa diumumkan menjadi calon resmi DPD RI asal Jabar. Proses verifikasi administrasi kini masih ditempuh para bakal calon.
Sehingga, nama pasti yang lolos termasuk Komeng, masih belum bisa diungkapkan ke publik.
"Belum bisa kami sampaikan, proses masih lama, saat ini saja masih verifikasi administrasi," pungkasnnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Udah Siap Belum? Cristiano Ronaldo Bakal Bawa Portugal Juara Piala Dunia 2026
-
Rekor 60 Tahun Tumbang! Cristiano Ronaldo Jadi Raja Gol Portugal di Piala Dunia
-
Kok Sepi, Mana Suaranya? Sindiran Pedas Sang Kakak Usai Cristiano Ronaldo Cetak Brace
-
Portugal Pesta Gol 5-0 atas Uzbekistan, Cristiano Ronaldo Cetak Rekor Bersejarah
-
Ini Tampang Pria yang Tega Sekap Perempuan di Cileunyi hingga Alami Kebutaan dan Bibir Sumbing
-
Perang Bintang AADC di Pasar Obat Herbal
-
BMKG Petakan Kemarau di Sumsel, Sejumlah Daerah Mulai Masuk Zona Kering
-
Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?
-
Pelaku Penyekapan Tragis Bandung Ditangkap, Dedi Mulyadi Puji Gerak Cepat Polda Jabar
-
Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?