SuaraTasikmalaya.id -Ahmad Bahauddin Nursalim atau dikenal Gus Baha menyampaikan bahwa Puasa Rajab pada 10 hari pertama keutamaanya banyak sekali. Namun kalau tidak mampu 10 hari bisa melaksanakan 1 hari saja.
Dalam ceramahnya Gus Baha mengatakan, jarang diketahui bahwa pada tanggal 10 rajab adalah merupakan peristiwa berkumpulnya Abdullah dan Aminah serta merupakan cikal bakal turunnya Nur Baginda Nabi Muhammad.
Dijelaskan, Bulan Rajab merupakan salah satu diantara empat bulan haram atau mulia selain Dzulqo’dah, Dzulhijjah, dan Muharrom. Seperti yang dijelaskan dalam surah At-Taubah.
“Saya bersaksi bahwa di Bulan Rajab ini banyak terbukanya pintu rahmat dan ada pintu gelombang yang membuat kalian mudah untuk sampai ke Allah,” kata Gus Baha.
Gus Baha dalam ceramahnya ngaos kitab di kanal Youtube Kalam (Kajian Islam) menyampaikan tentang Bulan Rajab yang memiliki banyak keutamaan dan keberkahan.
Bulan Rajab memiliki banyak keberkahan, karenanya kita dianjurkan untuk memperbanyak melakukan ibadah kepada Allah seperti puasa sunnah, istighfar Rajab, membaca sayyidul istighfar, dan lain sebagainya.
Maka dari itu, termasuk dalam bulan haram maksudnya adalah Allah melarang kita untuk berbuat yang dzalim atau yang tidak baik. Apalagi bulan Rajab ini adalah bulannya Allah SWT.
Gus Baha menjelaskan bahwa di Bulan Rajab ini merupakan waktu puasa yang paling baik.
“Dhawuhe mbah Moen (KH. Maimoen Zubair), puasa sing paling apik iku mulai tanggal 1 sampai 10 Rajab lan iki ono ilmune” ujar beliau.
Baca Juga: Indonesia Sah Terima Mandat Jadi Ketua ASEAN 2023, Apa Saja Tugasnya?
Tetapi, apabila tidak sanggup melaksanakan puasa sunnah Rajab selama sepuluh hari (dari tanggal 1-10 Rajab), cukup dengan melaksanakan dua hari puasa di tanggal 1 dan 10 Rajab saja, seperti halnya yang dilakukan oleh Mbah Moen.
Karena ditanggal 10 tersebut merupakan peristiwa berkumpulnya Abdullah dan Aminah serta merupakan cikal bakal turunnya Nur Baginda Nabi Muhammad hingga beliau lahir (jelas Mbah Moen). Selain itu, di dalam Bulan Rajab peristiwa yang sangat istimewa lainnya yakni Isra’ Mi’raj.
“Ini mempertimbangkan dua peristiwa istimewa yaitu Isra’ Mi’raj dan berkumpulnya Abdullah dan Aminah orang tua Rasulullah Muhammad SAW,” tutur beliau. (*)
Berita Terkait
-
Puasa Rajab 2023 Sampai Hari Apa? Ini Jadwal Berpuasa Lengkap dengan Keutamaan
-
Jadwal Puasa Bulan Februari 2023, Tak Hanya Puasa Rajab
-
Ustadz Adi Hidayat Luruskan Makna Puasa Rajab: Tidak Harus Sibuk Hitung Pahala, Yang Penting Bisa Ngerem dari Maksiat
-
Bacaan Niat dan Doa Mandi Keramas Puasa Rajab 2023
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan
-
Rekomendasi Ombre Lip Cream OMG yang Tahan Lama dan Tidak Kering, Lengkap dengan Review Pengguna
-
Misi Mustahil: Saat Negara Kecil Berpenduduk 500 Ribu Jiwa Siap Guncang Argentina di Piala Dunia
-
5 Serum Lokal di Bawah Rp50 Ribu untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Lengkap dengan Review
-
Koneksi dan Loyalitas Jadi Jalan Pintas, Apa Kabar Meritokrasi?
-
Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo
-
5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil
-
Pria Jepang Jadi 'Pahlawan' di Stadion, Tapi 'Beban' di Rumah Tangga
-
Bayar Pajak Kendaraan di Bekasi Bisa Dicicil, Begini Caranya
-
Berawal dari Sekolah di Perbatasan, Inovasi Kulit Pisang Ini Kini Bawa Indonesia ke Kancah Global