SuaraTasikmalaya.id -Puasa Rajab memang dianjurkan tapi hukumnya tidak bisa disamakan dengan puasa bulan Ramadan. Menurut syariah, ramadhan adalah hukumnya wajib sedangan puasa di bulan rajab adalah sunnah.
Dalam ilmu fiqh sunnah artinya apabila dikerjakan mendapatkan pahala, sebaliknya kalau ditinggalkan tidak mendapatkan apa-apa. Tidak berdosa, beda dengan puasa wajib di bulan Ramadan.
"Puasa di bulan-bulan haram memang dianjurkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, tapi ingat jangan menyamakan kewajiban puasa di bulan Ramadhan dengan puasa Rajab," kata Ustadz Adi Hidayat dilansir tasikmalaya.suara.com dari kanal Youtube Media Dakwah Hikmah TV pada Kamis (26/1/2023).
Karena hukumnya sunnah maka bagi muslim yang mengerjakannya mendapat pahala berlipat ganda, tapi kalau ditinggalkan tidak ada larangan. Ini ada haditsnya.
"Tapi tak ada amalan khusus, kalau ada hadist-hadis yang mengungkapkan keistimewaan rajab itu hadist lemah. Begini saja silakan saja kerjakan, pahala itu ursan Allah SWT, katanya.
Menurut alumni Ponpes Darussalam Garut ini, mayoritas umat Islam leliru memahami pengertian puasa Rajab. Makanya dalam melaksanakan ibadah harus berdasarkan hadits atau sesuai contoh dari Nabi Muhammad SAW.
Dalam Hadits Muslim nomor 1960 riwayat Sayyidah Aisyah dan dikuatkan oleh keterangan Ibnu Abbas.
Diungkapkan bahwa nabi sering meningkatkan puasa di bulan-bulan haram termasuk bulan Rajab.
"Saya kadang melihat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sering puasa seakan-akan nggak buka tapi juga sering melihat beliau buka seakan-akan nggak puasa," ujar Ustadz Adi Hidayat dalam isi Hadist.
Baca Juga: Tata Cara Puasa Rajab 2023 dan Amalan yang Dilakukan Para Ulama Menurut Abah Aos
Kemudian, Ustadz Adi kembali menjelaskan bahwa sah-sah saja jika anda ingin meningkatkan puasa di bulan-bulan seperti bulan rajab.
"Maksudnya kalau anda ingin kemudian meningkatkan puasa di bulan-bulan haram seperti bulan Al Muharram, bulan Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Itu silahkan boleh-boleh saja," tambahnya.
Kendati demikian, puasa Rajab itu sebenarnya tidak ada kekhususan untuk berpuasa di satu bulan Rajab saja.
"Walaupun tidak ada kekhususan yang mengkhususkan puasa di satu bulan saja," Kata Ustadz Adi.
"Tapi kalau anda ingin tingkatkan puasa silahkan, namun ikuti dalil shahihnya," tegasnya.
Yang terpenting kata Adi Hidayat Puasa Rajab itu bukan sekadar makan dan minun, tapi untuk mencegah hawa nafsu, mengerem untuk menghindari maksiat. Itu justru pahalanya akan berlipat ganda
Berita Terkait
-
Keutamaan Puasa Kamis di Bulan Rajab dan Doa Buka Puasa Kamis, Kata Ustadz Adi Hidayat
-
Doa Buka Puasa Rajab 2023 dan Tata Cara Berbuka Puasa Sunnah Berikut Dalilnya, Kata Ustadz Adi Hidayat Lc
-
Puasa Rajab Menurut Ustadz Adi Hidayat: Latihan Menuju Bulan Ramadhan
-
Hati-hati Hadist Palsu Tentang Puasa Rajab, Ini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat Lc
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Komitmen Digital BRI Berbuah Sertifikasi ISO/IEC 25000, Jamin Sistem Lebih Andal
-
BRI Perkuat Fondasi Teknologi, Kantongi Sertifikasi Kualitas Software Internasional
-
Standar Global untuk BRImo, BRI Raih Sertifikasi ISO/IEC 25000
-
Sempat Stres Soal Paspoortgate, Dean James Tegaskan Komitmennya untuk Timnas Indonesia
-
Sekolah Rakyat Selamatkan Anak Yatim Sejak Bayi: Sempat Putus Sekolah, Hobi Tawuran
-
Transformasi Digital Makin Kuat, BRI Jadi yang Pertama Bersertifikat ISO/IEC 25000
-
BRI Tingkatkan Kepercayaan Nasabah Lewat Sertifikasi ISO/IEC 25000
-
Dorong Layanan Digital Andal, BRI Raih Sertifikasi Internasional ISO/IEC 25000
-
BRI Pionir Standar Kualitas Software, Resmi Bersertifikat ISO/IEC 25000
-
Segera Tayang! Sinopsis Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan