Suara.com - Mandi keramas dapat umat muslim lakukan sebelum melaksanakan puasa, salah satunya adalah puasa Rajab. Tujuan mandi keramas atau mandi junub ini adalah untuk menghilangkan dan mensucikan diri dari hadas besar. Seperti apa bacaan niat mandi keramas puasa Rajab 2023?
Puasa Rajab merupakan salah satu amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW kepada umatnya karena bulan Rajab termasuk ke dalam salah satu dari empat bulan yang penuh kebaikan. Dengan kondisi badan yang suci dan bersih akan menambah keutamaan dan pahala yang didapatkan di bulan Rajab.
Allah SWT berfirman dalam surat At-Taubah ayat 36 mengenai empat bulan mulia yang berbunyi sebagai berikut.
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS. At-Taubah: 36)
Lantas bagaimana tata cara, niat, dan doa mandi keramas sebelum puasa Rajab yang dapat dilakukan? Simak ulasannya berikut ini.
Mandi Keramas Sebelum Puasa Rajab
Bagi Anda yang akan melaksanakan puasa Rajab, dapat terlebih dahulu melakukan mandi keramas dan mengetahui niatnya.
“Nawaitul ghusla liraf 'il hadatsil akbari fardhal lillaahi ta'aala”
Artinya: Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardu karena Allah ta'ala
Setelah mengetahui bacaan niatnya, Anda dapat melanjutkannya dengan mengetahui tata caranya setelah membaca niat.
1. Setelah membaca niat kemudian membasuh kedua tangan sebanyak 3 kali
2. Selanjutnya membasuh kemaluan dengan tangan kiri dengan air yang mengalir
3. Jika sudah, kemudian dilanjutkan dengan berwudhu secara sempurna seperti sebelum melaksanakan sholat
4. Apabila sudah melaksanakan wudhu dilanjutkan dengan mengalirkan air sebanyak 3 kali dari kepala secara merata
5. Terakhir, mengguyurkan air ke seluruh badan yang dimulai dari sebelah kanan lalu sebelah kiri. Anda bisa melanjutkannya dengan mandi seperti biasa
Berita Terkait
-
Sejarah Hari Valentine Menurut Islam yang Dirayakan Setiap Tanggal 14 Februari
-
Niat Puasa Rajab Digabung dengan Puasa Ganti Qadha Ramadhan, Bolehkah?
-
6 Sholawat Nabi Pendek Tapi Dahsyat, Segala Doa Akan Dikabulkan Allah SWT
-
5 Amalan saat Puasa Rajab yang Wajib Diketahui, Apa Saja?
-
Benarkah Manusia Sebelum Dilahirkan Ditanya Oleh Malaikat 77 Kali Sehari? Ini Penjelasannya
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Ketua Ombudsman RI Terancam Dipecat Tidak Hormat, Majelis Etik Buka Suara soal Kasus Hery Susanto
-
Perkuat Komitmen Stabilitas, Prabowo Ajak ASEAN Utamakan Dialog Hadapi Persoalan Kawasan
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak