/
Rabu, 01 Februari 2023 | 12:53 WIB
Kolase foto Yuli Sumpil (Twitter/@aremafcOfficial)

SuaraTasikmalaya.id – Sosok Yuli Sumpil menjadi viral dan menjadi bahan perbincangan warganet.

Bahkan, nama Yuli Sumpil sempat trending di media sosial Twitter pada, 1 Februari 2023.

Hal ini terkait ketika Dirigen Aremania itu melakukan aksi pada 31 Januari 2023, saat membela logo tim kesayangannya Arema FC yang dibakar massa.

Aksi tersebut dilakukan di tempat dan lokasi yang sama saat logo Arema FC dibakar massa, yakni di Kantor Manajemen dan Arema FC Store, Jalan Mayjen Pandjaitan, Kota Malang.

Dalam orasinya, Yuli Sumpil sangat kecewa saat massa aksi pada Minggu, 29 Januari 2023, membakar logo Arema FC, dan merusak Arema Store dengan lemparan batu.

"Ngakunya Aremania, jangan kayak gitu. Logo ini enggak bersalah, Logo ini nyawa bagi Aremania. Nyowoku gae taruhane, lek ono sing ngrusak maneh, koncoe awake dewe akeh sing mati mbelani logo iki," kata Yuli Sumpil di kutip dari video yang dibagikan oleh akun Twitter @Thitipan_Mafia, 31 Januari 2023.

Yuli Sumpil yang mendapat hukuman larangan masuk stadion seumur hidup itu, tidak membenarkan tindakan tersebut.

"Tidak peduli Aremania yang mana, saya tetap menghormati logo mereka. Kita saling menghormati saling menghargai meskipun beda paham, tapi kalau ada yang merusak logo kebanggaan kita semua tidak ada benarnya apa pun alasannya,” kata Yuli Sumpil.

Di satu sisi, Yuli Sumpil pun menekankan bahwa dukungan dan perjuangan tetap fokus pada gerakan mengusut tuntas korban 135 Aremania agar bisa mendapatkan keadilan.

Baca Juga: Ibunda Tiko Kembali Pulang Ke Rumah, Pak RT Terkejut dengan perubahan Bu Eny Karena Ungkap Kata-Kata Begini, Kenapa?

"Mari kita jaga dan usut tuntas ini sebenar-benarnya sampai tuntas, kita perjuangkan hak-hak yang telah mendahului kita, hak-hak keluarga yang telah ditinggalkan, jangan sampai dibuat melenceng,” kata Yuli Sumpil.

Saat namanya trending, banyak warganet menggunakan nama Yuli Sumpil dengan berbagai intonasi.

Beberapa dari warganet menggunakan nama Yuli Sumpil dengan nada negatif.

Sebagian lagi menyayangkan aksi Yuli Sumpil yang lebih membela logo Arema FC yang dibakar, dibanding nyawa 135 korban tragedi Kanjuruhan.

Diketahui pada, Minggu 29 Januari 2023, massa aksi mengungkapkan kekecewaan atas sikap manajemen Arema FC yang dipandang tidak banyak terlibat dalam mengusut tragedi Kanjuruhan.

Aksi yang sempat berujung ricuh itu, tiga orang mengalami luka-luka, dan sedikitnya 107 orang ditangkap aparat keamanan untuk diperiksa.(*)

Load More