SuaraTasikmalaya.id - Berawal dari kisahnya yang mengaku ditipu oleh sang sahabat sejak tahun 2018 untuk menyimpan hasil jerih payahnya demi bisa membangun rumah, Kini kasus tersebut nampaknya kian memanjang.
Komedian Nina Carolina atau yang kerap disapa Mpok Alpa akhirnya melaporkan kasusnya ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Alami kerugian hingga miliaran rupiah hal itu menjadi salah satu akar dimana Mpok Alpa mengaku sangat trauma akan nasib naas yang dialami oleh dirinya..
"Kita baru saja selesai membuat laporan kepolisian di Polres Metro Jakarta Selatan atas dugaan tindak pidana penipuan dan tindak pidana penggelapan," Zaki Ramdhani kuasa hukum Mpok Alpa.
"Ada surat dari Kapolri itu ada namanya restorative Justice biasanya diketemukan dulu antara pelapor dan terlapor, semenjak viral itu kan yang ada renovasi rumah terus juga ada suatu waktu si terduga terlapor ini yang pelaku tindak pidana yang berinisial s ini meminta Mpok Alpa untuk mencarikan uang sebesar Rp50 juta," terang Zaki.
Menurut Zaki, uang tersebut rencanakan akan digunakan untuk merenovasi rumah Mpok Alpa, selain itu, pelaku meminta untuk dicarikan ke orang lain gitu dengan jaminan surat garapan.
"Ya dengan jaminan surat garapan ini yang disinyalir surat garapan ini sudah kita closet di sinyalir ya diduga ini bukan milik dia (pelaku)," tambah Zaki.
Sementara itu Mpok Alpa curhat yang akhirnya memutuskan untuk melaporkan sahabatnya itu.
"Laporan hari ini karena guanya baru bisa nih, Kemarin kan kita syuting 2018 ke 2020 akhir," tuturnya.
Baca Juga: Fakta Drama Korea Crash Course in Romance, Jung Kyung Ho Sampai Beli Papan Tulis Sendiri!
Ia menghimbau kepada semuanya agar belajar kasus yang telah menimpa dirinya.
"Pelajaran aja sih intinya yang udah-udah, jadi kita jangan percaya naroh duit dimana-mana gitu. Percaya aja udah taruh sendiri udah gitu," jelasnya sebagaimana dikutip dari YouTube Cumicumi.
Mpok Alpa mengaku, baru kenal dengan pelaku sekitar setengah tahunan.
"Cuman pas gua udah jadi artis udah karena dia punya material jadi gua menginvestasi jatuhnya ya jatuhnya, menaruhkan duit ke dia dititiplah ke dia gitu ngumpulin duit," tutupnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Baru Cetak Brace, Cristiano Ronaldo Mendadak Kesal Gara-gara Ditanya Soal Messi
-
Byar Pet Gegara Batubara, Momentum Pengembangan Energi Gelombang
-
Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Kompetisi Orang Paling Menderita
-
Kasus Suap Mahasiswa UBK, BEM UMY: Tak Bisa Selesai Hanya dengan Maaf
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Bukan Ronaldo! 'Thor' dari Skotlandia Otak di Balik Kemenangan Telak Portugal
-
Membaca Tembang Talijiwo: Seni Menertawakan Kekacauan Hidup
-
Sempat Disorot, FIFA Pastikan Donald Trump Akan Serahkan Trofi Piala Dunia 2026