SuaraTasikmalaya.id - Jauh sebelum ramai orang-orang zaman now mengenal istilah privilege, ternyata almarhum Dono Warkop sudah mengangkat isu ini di skripsinya saat kuliah di UI (Universitas Indonesia). Tepatnya di tahun 1978.
Pria bernama lengkap Drs. H. Wahjoe Sardono, M.S. itu menulis skripsi berjudul “Hubungan Status Sosial Ekonomi Keluarga dengan Prestasi Murid di Sekolah (Studi Kasus SMP Negeri Desa Delanggu)”.
Skripsi tersebut diajukan demi memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Indonesia.
Uniknya, ada kalimat pertanyaan pemantik yang menarik:
“Namun demikian timbul pertanyaan, apakah betul bahwa demokratisasi pendidikan itu dapat dicapai dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat?”
Begitu bunyi pertanyaan Dono dalam skripsinya seperti dikutip dari unggahan Instagram @kampus_kekinian (15/02/23).
Rekan setim Indro dan Kasino Warkop ini sepertinya menyoroti kesenjangan ekonomi masyarakat pada zaman itu. Di mana mereka yang mapan secara ekonomi mampu bersekolah atau menyekolahkan anaknya setinggi-tingginya.
Dengan kata lain, privilege orang kaya adalah keistimewaan dalam memperoleh pendidikan yang selayaknya sesuai cita-cita.
Dilihat dari judulnya, skripsi Dono rupanya hasil penelitian di sebuah SMP di Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-20 vs Selandia Baru, Shin Tae-yong: Kami Mau Menang dengan Gaya Kami
Jadi subjek yang diambil almarhum adalah kebiasaan hidup warga desa tersebut di tahun 1978.
Dono Sangat Mementingkan Pendidikan Anaknya
“Pendidikan orang tua yang baik cenderung mempunyai pengaruh terhadap pendidikan anaknya, sebab orang tua yang demikian mempunyai pandangan terhadap masa depan anaknya.”
Kalimat itu adalah cuplikan almarhum di salah satu paragraf kesimpulan skripsinya.
Dari situ terlihat jika Dono juga sangat memperhatikan pendidikan anak-anaknya.
Ketiga anak laki-lakinya meneruskan jejak sang ayah menjadi sarjana, bahkan melebihinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Makam Sutrimo Dibongkar, Polisi Dalami Kematian Eks Karumga Febrie Adriansyah
-
Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Hadirkan Pendampingan dan Dukungan Usaha bagi UMKM Desa Brilian
-
Sampah Plastik Punya 'Kehidupan Kedua', Cerita di Aloha Diolah Menjadi Furnitur
-
Perkuat Ekonomi Desa, BRI Peduli Dampingi UMKM melalui Program Desa Brilian
-
Jalur Sepeda Jakarta Mau Dievaluasi, Jangan Sampai Cuma Jadi Garis di Jalan
-
Aura Kasih Diam-Diam Terjun ke Bisnis Peternakan Ayam di Subang Berapa Omzetnya?
-
BRI Peduli Dorong UMKM Desa Brilian Naik Kelas di Momentum Hari UMKM Nasional
-
Upon Entry: Ketika Orang yang Kita Cintai Mendadak Jadi Orang Asing
-
Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Perkuat UMKM Desa Brilian melalui Pendampingan Berkelanjutan
-
Nadiem Makarim Jalani Sidang Banding Kasus Chromebook