/
Jum'at, 24 Februari 2023 | 20:02 WIB
Gambar Seniman Sudjiwo Tejo. Is mengomentari tentang Kemenkeu yang perlu bertahun-tahun ribuan pegawainya belum lapor harta kekayaan, terbongkar karena insiden penganiayaan. ((Instagram Sudjiwo Tejo))

SuaraTadikmalaya.id - Kasus penganiyaan yang dilakukan anak seorang pejabat pajak masih bergulir menimbulkan reaksi dan perhatian publik.

Hingga pelaku ditetapkan sebagai tersangka dan sang ayah menyatakan mundur dari posisi PNS, warganet terus membicarakan peristiwa itu.

Terbaru, seniman dan  budayawan Sudjiwo Tejo seolah menyindir lembaga Kemenkeu.

Di unggahan akun Instagram pribadinya, Jumat, 24 Februari 2023, Sudjiwo Tejo memperlihatkan tulisan bernada tanda tanya.

"Jadi, suatu lembaga perlu makan waktu bertahun-tahun untuk tahu bahwa ada pejabat di situ yang harta kekayaannya patut dicurigai, sampai ada insiden anaknya aniaya orang? " tulis Sudjiwo Tejo.

"Dengan insiden itu pula baru diketahui ada 13 ribuan korpsnya yang belum lapor harta kekayaannya?" lanjut Sudjiwo Tejo.

Diketahui 'berkat' penganiayaan yang dilakukan Mario, publik tahu harta kekayaan Rafael Alun Trisambodo, ayah dari Mario memiliki harta kekayaannya mencapai Ro56 miliar.

Rafael berposisi sebagai Kepala Bagian Umum Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Kantor Wilayah Jakarta Selatan II.

Harta sebanyak itu mencengangkan publik tanah air dan memang tergambar dari perilaku Mario yang hedonis.

Baca Juga: Resmi, Mario Dandy Satriyo Dikeluarkan dari Kampusnya, Begini Bunyi Siaran Pers Universitas Prasetiya Mulya

Kini meski Rafael menyatakan mundur dari PNS, ia akan tetap menjalani proses klarifikasi mengenai Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Tentu saja publik pun ingin belasan ribu pegawai Kemenkeu juga diperiksa harta kekayaannya. (*)

Load More