/
Sabtu, 25 Februari 2023 | 08:14 WIB
Harga Pertalite tertahan di angka Rp. 10.000 (Suara.com/Alfian Winanto)

SuaraTasikmalaya.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengkonfirmasi bahwa saat ini harga minyak mentah dunia saat ini berada di bawah level US$ 100 per barel. Diketahui, harga minyak jenis Brent berada di angka US$ 82,58 per barel. Sementara jenis West Texas Intermediate (WTI) berada pada level US$ 75,69 per barel.

Meski demikian dirinya menerangkan bahwa pemerintah Indonesia akan tetap menahan harga Pertalite di level Rp 10.000 per liter. Hal ini karena harga Pertalite masih dibawah nilai seharusnya. 

"Harga Pertalite sekarang masih di bawah harga nilai keekonomiannya," kata Arifin di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (24/2/2023).

Sebelumnya, Arifin Tasrif pernah mengumumkan bahwa harga wajar Pertalite saat ini mencapai nominal Rp 11.000 per liter atau lebih tinggi sekitar 10% dari harga jual eceran Pertalite saat ini. Hal ini berarti bahwa harga jual BBM bersubsidi tersebut masih di bawah harga wajarnya.

"Kalau harganya belum turun, berarti harganya belum ekonomis," lanjut Arifin.
Dalam penentuan harga wajar Pertalite, dihitung berdasarkan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, biaya produksi, biaya distribusi, dan margin keuntungan. Harga wajar ini biasanya digunakan sebagai acuan oleh pemerintah dalam menentukan harga jual BBM bersubsidi di pasaran. (*)

Load More