/
Minggu, 05 Maret 2023 | 08:40 WIB
Negara Islam Indonesia (NII) didirkan di Cisayong Tasikmalaya

SuaraTasikmalaya.id- Cisayong adalah nama sebuah kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya. Atau sekitar 2 kilometer dari terminal Kota Tasikmalaya. Kecamatan Cisayong berada di kaki Gunung Galunggung.

Nama Cisayong tidak bisa dilepaskan dari sejarah pembentukan Negara Islam Indonesia (NII) pun terjadi sebelum negri ini terbentuk. Dalam catatan sejarah, di Jawa Barat pernah terlahir Negara Islam Indonesia (NII) lengkap dengan pasukannya bernama Tentara Islam Indonesia (TII).

NII juga dikenal dengan Darul Islam (DI) atau dalam bahasa Indonesia berarti ‘Rumah Islam’. DI adalah sebuah gerakan politik yang menolak keputusan pemerintah dengan perudingan Renvile di Cirebon.

Adalah sosok Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo (Kartosoewirjo) yang tak terpisahkan dari berdirinya NII. Sekarmadji adalah pendiri negara Islam berasaskan syariat Islam di Indonesia.

Sejarah menceritakan bahwa Kartosoewirjo adalah tokoh yang yang dianggap ‘pemberontak’ yang telah mendirikan negara di dalam negara.

Bahkan, munculnya NII dituding sebagai buntut dari rasa sakit hati para tokoh Islam, dan bersifat spontanitas.

NII lahir untuk menyadarkan manusia jika mereka adalah hamba Alloh dan berusaha menegakan khilafah fil ardhi.

Namun, NII hanya bertahan 13 tahun(1949-1962).

Usut punya usut, ternyata NII lahir melalui konferensi sejumlah tokoh organisasi Islam di Tasikmalaya Utara, yakni Kecamatan Cisayong, dengan Kartosoewirjo sebagai Panglima Tinggi Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII).

Baca Juga: Surya Paloh Bakal Bertandang Ke Hambalang Temui Prabowo Siang Ini, Apa Yang Dibahas?

Dari situlah disepakati bahwa perjuangan haruslah melalui tujuh langkah, seperti mendidik rakyat agar cocok menjadi warga negara Islam, memberikan penjelasan kepada rakyat bahwa Islam tidak bisa dimenangkan dengan feblisit(referendum), membangun daerah basis serta memproklamasikan berdirinya NII.

Kemudian disepakati juga agar embangun NII sehingga kokoh ke luar dan ke dalam, dalam arti di dalam negeri dapat melaksanakan syari’at Islam seluas-luasnya dan sesempurna-sempurnanya, sedangkan ke luar, sanggup berdiri sejajar dengan warga negara lain.

Selanjutnya membantu perjuangan umat Islam di negeri-negeri lain sehingga dengan cepat dapat melaksanakan kewajiban sucinya, dan terakhir adalah bersama negara-negara Islam membentuk Dewan Imamah Dunia untuk mengangkat khalifah dunia.

Singkat cerita, di Kecamatan Cisayong, Tasikmalaya Utara pernah lahir sebuah Negara Islam Indonesia yang mulai dilupakan sejarahnya. 

Load More