/
Kamis, 09 Maret 2023 | 08:22 WIB
Ilustrasi hubungan tanpa penghinaan akan sehat dan langgeng (pexels.com/Laura Garcia)

SuaraTasikmalaya.id - Peneliti psikolog dan seksolog ternama, John Gottman, mengungkapkan empat penyebab utama yang menjadi prediktor kegagalan dalam hubungan asmara, yakni penghinaan, kritik, sifat defensif, dan stonewalling.

Dari keempat penyebab tersebut, Gottman menegaskan bahwa penghinaan merupakan prediktor terbesar dari kegagalan dalam hubungan. Hal ini disebabkan oleh kata-kata yang negatif yang seringkali dilontarkan oleh salah satu pasangan kepada yang lain, dengan merasa lebih pintar atau lebih baik, sementara yang lain merasa direndahkan dan tidak dicintai.

Studi Gottman ini didasarkan pada penelitian yang melibatkan lebih dari 40.000 pasangan selama lebih dari 50 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan yang sering melakukan penghinaan atau menyakiti perasaan pasangan, cenderung tidak memiliki keharmonisan dalam hubungannya.

Penghinaan dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti komentar sinis, ejekan, atau bahkan mengabaikan kebutuhan dan perasaan pasangan. Hal ini dapat memicu rasa marah, kesedihan, dan bahkan depresi pada pasangan yang menjadi korban penghinaan.

Gottman menekankan pentingnya komunikasi yang sehat dalam hubungan asmara, di mana pasangan harus mampu mengungkapkan perasaan dan kebutuhan mereka tanpa harus melukai perasaan pasangan lainnya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memilih kata-kata yang tepat dan bersikap empati terhadap pasangan.

Menurut Gottman, pasangan yang berhasil membangun hubungan yang sehat adalah pasangan yang mampu saling menghargai dan memperhatikan perasaan satu sama lain, bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun. Dengan begitu, hubungan asmara dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, serta dapat terhindar dari kegagalan yang disebabkan oleh penghinaan dan perilaku negatif lainnya.

Dalam menjalani hubungan asmara, penting bagi pasangan untuk selalu memperhatikan cara berkomunikasi dan bersikap terhadap satu sama lain. Dengan begitu, hubungan asmara dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, serta dapat terhindar dari kegagalan yang disebabkan oleh penghinaan dan perilaku negatif lainnya. (*)
 

Load More