/
Senin, 20 Maret 2023 | 15:57 WIB
Syabda Perkasa Belawa dan ibunya tewas dalam kecelakaan di tol Pemalang, 20 Maret 2023. (Instagram @syabdaperkasa)

SuaraTasikmalaya.id- Baru-baru ini, dunia atlet Bulutangkis Indonesia dilanda duka usai Syabda Perkasa Belawa dan Ibundanya tewas karena kecelakaan saat hendak ziarah ke makam neneknya.

Namun, dalam dunia Islam, timbul pertanyaan perihal status orang yang meninggal, apakah syahid atau tidak?

Untuk menjawab pertanyaan itu, dilansir Suara Tasikmalaya.id dari berbagai sumber, orang yang meninggal karena kecelakaan itu syahid.

"Dia bekerja, dia ingin menafkahi anak dan istri, itu amal sholeh. Kemudian dia kecelakaan, selama dia keluar dalam rangka amal sholeh, maka itu termasuk syahid," kata Ustadz Firanda dalam video Youtube Kebumen Mengaji.

Hal itu berkenaan dengan peristiwa Syabda perkasa meninggal dalam perjalanan untuk beramal baik.

Syahid itu bukan hanya gugur dalam medan perang, hal ini selaras dalam hadis riwayat Al-Bukhari No. 2829 menyebutkan: 

Artinya:

“Telah bercerita kepada kami 'Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Sumayya dari Abu Shalih dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Syuhada' (orang yang mati syahid) ada lima; yaitu orang yang terkena wabah penyakit Tha'un, orang yang terkena penyakit perut, orang yang tenggelam, orang yang tertimpa reruntuhan bangunan dan yang mati syahid di jalan Allah”

Dalam kitab syarahnya (Fathul Bari) disebutkan bahwa orang yang meninggal karena tertimpa oleh hal yang keras, orang yang jatuh dari kendaraannya, termasuk kecelakaan lalu meninggal di tempat, kemudian orang yang sedang merantau itu syahid dunia. (*/editor zahran)

Baca Juga: Persib vs Dewa United, Marc Klok Cetak Gol Ketiga, Risto Mitrevski Taklukan Teja

Load More