/
Kamis, 23 Maret 2023 | 11:07 WIB
Bau mulut saat berpuasa dikatakan lebih baik dari minyak misk. (Freepik/timeimage)

SuaraTasikmalaya.id - Setiap tahun, umat muslim di seluruh dunia menantikan datangnya bulan suci Ramadhan. Bulan yang penuh berkah ini dijadikan kesempatan bagi umat muslim untuk menunaikan salah satu ibadah wajibnya, yaitu berpuasa. Namun, berpuasa juga membawa tantangan tersendiri, salah satunya adalah bau mulut.

Bau mulut yang terjadi saat berpuasa disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, mulut yang tidak menyentuh air dalam waktu yang lama menyebabkan produksi air liur menjadi berkurang, sehingga mulut menjadi kering. Kondisi mulut yang kering ini menyebabkan bakteri mulut berkembang biak dengan lebih cepat dan menghasilkan bau yang tidak sedap.

Kedua, konsumsi makanan dan minuman yang terbatas saat berpuasa dapat meningkatkan kadar asam dalam mulut, sehingga juga menyebabkan bau mulut.

Meskipun bau mulut saat berpuasa menjadi sebuah tantangan, ternyata dalam hadist Riwayat Muslim disebutkan bahwa bau mulut orang yang berpuasa mendapat tempat tersendiri di sisi Allah. Dalam hadist tersebut, disebutkan bahwa bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi dari minyak misk.

“Dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id radliallahu ‘anhuma, keduanya berkata: Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla telah berfirman: Puasa itu adalah bagiKu, dan Akulah yang akan memberinya pahala. Bagi seorang yang berpuasa, maka baginya ada dua kebahagiaan, yaitu, kebahagiaan saat ia berbuka dan Ketika ia berjumpa dengan Allah. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tanganNya, bau mulut orang yang berpuasa adalah lebih wangi di sisi Allah daripada wanginya misk,”  (H.R Muslim)

Dari hadist ini, beberapa ulama salah satunya Imam Syafi’i, mengatakan bahwa bersiwak atau menggosok gigi merupakan perkara yang makruh untuk dilakukan, apalagi jika dilakukan setelah waktu zuhur. (*)

Load More