SuaraTasikmalaya.id - Media sosial Twitter beberapa hari ini dihebohkan dengan kisah pungutan Bea Masuk tak masuk akal dari para pegawai Bea Cukai.
Harta para pejabat Bea Cukai juga menjadi sorotan, hingga muncul kecurigaan terkait adanya dugaan pencucian uang dan korupsi.
Namun, hingga saat ini Menteri Keuangan Sri Mulyani tak mengambil sikap.
Publik menilai, hal ini sangat kontra dengan sikap Sri Mulyani ketika Direktorat Jenderal Pajak kacau akibat ulah Rafael Alun Trisambodo.
Saat publik mengendus adanya harta tidak wajar, Menkeu Sri Mulyani langsung memerintahkan agar Rafael alun diperiksa.
"Kemenkeu mengecam gaya hidup mewah yang dilakukan oleh keluarga jajaran Kemenkeu yang menimbulkan erosi kepercayaan terhadap integritas Kementrian Keuangan," tulis Sri Mulyanidi Instagramnya @smindrawati pada (22/2/2023) lalu.
Namun, terhadap panasnya isu pejabat Bea Cukai, Sri Mulyani cuma diam.
"Aku penasaran kenapa Bu SMI tidak berkomentar tentang masalah Bea Cukai saat ini, terutama karena dia sangat vokal dalam masalah Pajak sebelumnya," cuit akun Twitter @txtdaritax dalam Bahasa Inggris, dikutip Sabtu (25/3/2023).
Akun itu menduga Sri Mulyani tak sevokal menyikapi kasus Rafael Alun karena isu Bea Cukai bersifat kelembagaan, sementara konflik Rafael Alun datang dari masalah personal.
Baca Juga: Sri Mulyani Dirujak Publik, Diduga sebagai Sosok yang Tumpangi Alphard Terobos Apron Bandara Soetta
"Makin simpang siur karena persoalan Pajak terkait dengan anggota keluarga pegawai DJP, sedangkan persoalan BC bersifat kelembagaan," tulis akun tersebut.
Dia juga mempertanyakan kalimat tegas yang sempat dilontarkan Sri Mulyani saat mengatasi isu Rafael Alun.
"Di mana perginya kalimat "saya mengecam tindakan yang menyebabkan erosi kepercayaan di masyarakat?"," tandas akun tersebut. (*)
Berita Terkait
-
Sri Mulyani Disindir gegara Muncul dari Mobil Alphard yang Terobos Masuk Apron Bandara, eks Dubes SBY: Dosa Kecil Aja Lah
-
Lagi, Rekening Gendut Pejabat Calon Hakim Agung Bikin Publik Curiga, Triyono Martanto Punya Harta Rp 51 Miliar
-
Jejak Sejarah Bea Cukai: Sarang Korupsi dan Pungli Sejak Lama hingga Dibekukan Soeharto
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
LG Ungkap Tantangan Smart Home di Indonesia, Edukasi Konsumen dan Teknologi AI Jadi Kunci
-
Reuni Panas! Eliano Reijnders Tak Segan Bantu Persib Bungkam Bali United
-
Terungkap Penyebab Kasus HIV/AIDS di Pekanbaru Tertinggi se-Riau
-
Kena OTT KPK, Bupati Tulungagung Gatut Sunu dari Partai Apa?
-
Kenapa 5G Telkomsel Tidak Muncul di HP? Ini Penyebab yang Sering Terjadi di Palembang
-
6 HP Harga Rp2 Jutaan dengan Kamera 108MP dan Stabilizer, Hasil Foto Memukau Setara iPhone
-
30 Kode Redeem FF Terbaru 11 April 2026: Klaim Skin Evo Gun hingga AK47 Blue Flame Draco Gratis
-
Fajar/Fikri Diadang Kuda Hitam Korea, 2 Wakil Indonesia Jadi Tumpuan Terakhir di BAC 2026
-
Jaga Kelestarian Alam, Ekowisata Mangrove di Lombok Timur Ini 'Mengalah' Demi Napas Lingkungan
-
Sidak Wamendagri di Bandar Lampung: Saat WFA Bukan Berarti Libur