SuaraTasikmalaya.id- Kabar bahwa Drawing Piala Dunia FIFA U20 di Denpasar, Bali dibatalkan oleh FIFA. Menjadi persoalan baru bagi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia.
Kabar tersebut disampaikan langsung pada laman resmi pssi.org, Minggu, 26 Maret 2023.
Pembatalan Drawing Piala Dunia FIFA U20, diduga akibat adanya penolakan terhadap Tim Nasional Israel.
Akan tetapi persoalan itu tentunya, kemungkinan besar bisa saja membawa dampak yang besar bagi sepakbola Indonesia.
Terlebih lagi jika tuan rumah Indonesia membatalkan penyelenggaraan Piala Dunia U20. Lalu Apa saja akibatnya jika Indonesia membatalkan menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA U20.
Berikut, kemungkinan dampak buruk bagi sepakbola Indonesia.
1. Pertama, Indonesia akan dibekukan oleh FIFA.
2. Indonesia bisa dikecam oleh negara - negara lain karena tidak melaksanakan amanat FIFA.
3. Indonesia tidak bisa mengikuti kegiatan yang berhubungan dengan kalender FIFA.
4. Indonesia tidak akan memiliki kesempatan kembali untuk dipilih FIFA menjadi tuan rumah ajang olahraga.
5. Indonesia akan dicoret sebagai kandidat tuan rumah Piala Dunia 2034.
6. Federasi olahraga dunia akan mempertimbangkan untuk tidak memilih Indonesia sebagai tuan rumah pesta olahraga termasuk olimpiade.
7. Indonesia akan dikecam karena bertindak diskriminatif mencampuradukan olahraga dengan politik.
8. Pemain, pelatih, wasit, klub dan masyarakat kehilangan mata pencaharian dan 500.000 orang lebih terdampak langsung kalau sepakbola Indonesia terhenti.
9. Timnas U16, U19, U20 tidak boleh ikut serta dalam ajang sepakbola internasional jika FIFA membekukan PSSI dan berdampak hilangnya potensi ekonomi hampir triliunan rupiah. (*)
Berita Terkait
-
'Kiamat Kecil' Sepak Bola Indonesia Pasca Pembatalan Drawing Piala Dunia U-20
-
Sanksi FIFA untuk Indonesia Bisa Lebih Berat dari Tahun 2016 Gara-gara Masalah Israel
-
FIFA Batalkan Drawing Piala Dunia U-20 2023, Ini Komentar PSSI soal Status Tuan Rumah Indonesia
-
Ganjar dan Wayan Koster Diserbu Warganet Dampak Penolakan Piala Dunia: Caper!
-
Drawing Piala Dunia U-20 2023 Batal, Ketum PSSI Pakai Segala Cara Lobi FIFA
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Jokowi Mulai Keliling Indonesia, Lampung Jadi Tujuan Pertama, Ada Agenda Apa?
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY