SuaraTasikmalaya.id – Bulan Ramadan sudah menjadi kewajiban bagi umat muslim untuk lebih fokus beribadah kepada Allah swt.
Muslim yang menjalankan ibadah dan melakukan hal berupa kebaikan, pahalanya akan dilipatgandakan.
Dilansir SuaraTasikmalaya.id dari laman Nahdlatul Ulama (NU), pada Senin (27/3/2023), Al-Imam Abdullah bin Alawi Al-Hadad memberikan nasihat dalam Ar-Risalatul Muawanah:
“Seyogianya jangan engkau masukkan sesuatu dari amal dunia, kecuali itu sesuatu yang harus, dan jadikan kesibukanmu tentang urusan penghidupan di selain bulan Ramadhan sebagai perantara untuk meluangkan waktu beribadah di dalamnya.”
Namun, pada dasarnya, di bulan Ramadan ini kebanyakan orang masih tetap berjuang mencari nafkah agar kebutuhan dirinya dan keluarga bisa terpenuhi.
Beberapa orang masih bisa kuat menahan lapar dan dahaga saat berpuasa Ramadan, namun sebagian lainnya tidak kuasa menahannya karena beban pekerjaan yang berat, terlebih saat bekerja di lapangan.
Syekh Prof. Dr. Muhammad Hasan Hitou, ulama asal Suriah, menjelaskan dalam kitabnya Fiqhus Siyam:
“Bagi orang-orang sehat yang sebenarnya mampu untuk melaksanakan puasa, namun karena pekerjaan mereka itu berat, semisal pekerja proyek jalan raya yang bekerja di bawah teriknya sinar matahari atau pekerja tambang dan pekerjaan-pekerjaan semisalnya, mereka tidak diperbolehkan untuk membatalkan puasa seketika itu, karena Allah hanya memberikan kemurahan membatalkan puasa bagi musafir dan orang yang sakit saja, bukan orang yang dalam keadaan masyaqqah atau kepayahan.”
Diwajibkan atas mereka untuk tetap berniat puasa pada malam hari dan berpuasa sampai merasa tidak kuat atau tidak mampu menjalankannya.
Hal ini berdasarkan dalam surah An Nisa ayat 29.
Wa l taqtul anfusakum, innallha kna bikum ram.
Artinya: “Janganlah membunuh diri kalian. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepada kalian.”
Selain An Nisa ayat 29, hal ini juga tercantum dalam Al Baqarah ayat 195.
Wa l tulq bi`aidkum ilat-tahlukati
Artinya: “Janganlah jerumuskan diri kalian ke dalam kebinasaan.”
Setelah membatalkan puasanya, diawajibkan atas dirinya untuk menggantinya (qadha’) apabila keadaannya sudah memungkinkan.
Bisa ditarik kesimpulan, bahwa pada dasarnya pekerja keras pun tetap diwajibkan menjalankan puasa Ramadan.
Ketika dirinya menghadapi keadaan masyaqqah atau kepayahan, maka diperbolehkan untuk membatalkan puasanya, namun tetap diwajibkan mengqadha’nya di lain waktu. (*/editor zahran)
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Luke Vickery dan Mitchell Baker Jadi WNI, PSSI Tancap Gas Kejar Juara AFF 2026
-
Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Temui Mahasiswa Demo di Pontianak, DPRD Kalbar: Koruptor Makan Gratis Layak Dihukum Mati
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG
-
Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus
-
Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!
-
Debut Impresif di Piala Dunia 2026, Luis Diaz: Saya Mewujudkan Mimpi Masa Kecil