SuaraTasikmalaya.id – Kapten timnas Indonesia senior, Asnawi Mangkualam membeberkan penyesalan atas gagalnya Indonesia tampi di Piala Dunia U20.
Hal ini dia sampaikan kepada media Korea Selatan, Sport G.
"Saya merasa sangat terluka dan sedih," ujar Asnawi, dikutip dari Sport G, Senin (3/4/2023).
Penyelasan ini cukup beralasan. Asnawi menilai bahwa Piala Dunia U20 adalah kesempatan besar bagi timnas Indonesia untuk bisa lebih berkembang dan maju.
"Ini menjadi kesempatan besar untuk para junior agar bisa berkembang dan membantu perkembangan sepak bola Indonesia, tapi sayang tidak jadi digelar," tambah Asnawi.
Selain itu, mantan pemain PSM Makassar ini, sangat membayangkan betapa kecewanya Hokky Caraka dkk.
"Ini memilukan, suasana hati saya sedang bagus dan ini sulit, tetapi saya tidak bisa membayangkan betapa sulitnya bagi para pemain," ucap Asnawi.
Seperti yang diketahui, FIFA telah resmi membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U20. Hal ini karena FIFA menilai Indonesia belum bisa menjamin keamanan untuk para peserta, khususnya timnas Israel.
Hal ini merujuk pada beberapa pihak yang secara tegas menyatakan penolakan terhadap keikutsertaan timnas Israel di Piala Dunia U20.
Namun, sampai saat ini FIFA masih belum menunjuk penggati Indonesia untuk menjadi tuan rumah. Meski demikian FIFA telah memberikan sinyal bahwa Argentina adalah kandidat terkuat. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
IHSG Betah di Level 6.300, TINS dan MEDC Wajib Dipantau
-
Sidang Banding Kasus Chromebook Digelar Hari Ini, Nadiem Minta Hakim Uji Ulang Pertimbangan Putusan
-
Dua Titik Lokasi Demo di Jakarta Hari Ini
-
Review Film CODA: Harmoni Keheningan, Musik, dan Cinta Keluarga
-
Bromo Dilanda Kebakaran Hutan, Akses Jemplang hingga Senduro Ditutup
-
Cegah Campak hingga ISPA, Bulan Suplementasi Vitamin A Akan Berlangsung Selama Agustus
-
Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026
-
Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen
-
Cara Membedakan Cinta, Manipulasi, dan Penipuan Menurut Detektif Jubun
-
OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal