Suara.com - Dukun Banjarnegara bernama Slamet Tohari alias Mbah Slamet membuat gempar masyarakat karena telah membunuh setidaknya 10 korbannya. Dia merupakan seorang dukun yang berkedok bisa menggandakan uang sampai Rp 5 miliar.
Sosok Mbah Slamet sebagai dukun pengganda uang yang ternyata serial killer itu seakan menjadi bukti bahwa perdukunan masih eksis di Indonesia meski teknologi dan infromasi sudah maju.
Simak sejarah dukun di Indonesia yang masih eksis sampai hari ini.
Pengertian istilah dukun dan sejarah singkat
Dukun atau disebut orang pintar merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang dengan kemampuan supranatural yang bisa memahami hal tidak kasat mata. Mereka yang disebut dukun itu diklaim dapat berkomunikasi dengan arwah dan alam gaib.
llmu gaib itulah yang kemudian digunakan untuk menyelesaikan masalah di masyarakat. Biasanya masyarakat yang datang ke dukun ada masalah seperti menderita penyakit, gangguan sihir, kehilangan harta, untuk mengilangkan kesialan dan lain sebagainya.
Nama dukun memang lebih banyak digunakan di pedesaan. Sementara itu warga yang tinggal di kota lebih sering menggunakan istilah paranormal atau orang pintar.
Di daerah pelosok, eksistensi perdukunan tidak bisa menggeser keberadaan dokter karena harganya murah dan lebih mudah diakses.
Keberadaan dukun di masa modern
Alasan dukun masih eksis hingga saat ini diungkap oleh pakar antropologi UNS Nurhadi. Dia mengatakan sebagian masyarakat masih menjadikan dukun sebagai sandaran untuk mengatasi masalah.
Ketika manusia tak mampu lagi mengatasi masalah dengan cara nalar dan ilmu pengetahuan, maka jalan terakhir adalah melalui dukun.
Selama ini, jasa dukun kerap digunakan masyarakat karena berkaitan dengan kemampuan ekonomi. Walau begitu, kepercayaan terhadap dukun tak hanya terbatas pada orang dengan tingkat ekonomi maupun pendidikan rendah.
"Karena mungkin (orang) merasa jasa medis terlalu mahal, akhirnya mereka datang kepada dukun," ujar Nurhadi.
Kasus Dukun Banjarnegara
Sosok Slamet Tohari (45) alias Mbah Slamet sukses menggemparkan masyarakat. Dia merupakan seorang dukun pengganda uang warga Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara yang ternyata pembunuh berantai 10 nyawa korbannya.
Hal itu diketahui dari 10 mayat yang ditemukan terkubur di ladang milik Mbah Slamet pada Senin (3/4/2023) kemarin. Walau begitu pihak kepolisian masih belum bisa memastikan jumlah korban Mbah Slamet karena masih terus dilakukan pendalaman serta penyelidikan.
Modus yang digunakan sang dukun adalah iming-iming korban dengan keuntungan besar jika menggandakan uang. Mbah Slamet punya asisten insial BS yang mengupload info di Facebook tentang praktik perdukunan penggandaan uang tersebut.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
-
Detik-detik Kronologi Dukun Pengganda Uang Habisi 10 Korban Terungkap, Ternyata Tak Beraksi Sendirian?
-
Mbah Slamet Dukun Pengganda Uang Asal Banjarnegara Ditangkap Saat Hujan Besar, Mendadak Ilmunya Tak Mempan Lagi
-
Sepak Terjang Slamet Tohari, Dukun Pengganda Uang dari Banjarnegara
-
Dukun di Banjarnegara Bunuh 11 Orang dengan Racun Ikan, Kelabuhi Korban dan Ungkap Ritual
-
Masih Percaya Berobat ke Dukun Bikin Sembuh? Buya Yahya Ingatkan Iman Hilang Bikin Penyakit Lebih Besar Datang
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan