/
Rabu, 05 April 2023 | 10:45 WIB
8 Golongan yang berhak menerima zakat. ((Foto: NU online))

SUARA TASIKMALAYA- Zakat merupakan satu diantara rukun islam ke tiga. Secara bahasa zakat berarti ‘suci’, ‘bersih’, ‘subur’, dan ‘berkembang’.

Pada istilahnya, zakat merupakan kegiatan mengeluarkan harta dari seorang muslim, kemudian diberikan kepada orang yang berhak menerima zakat.

Pada bulan Ramadhan selain berpuasa, umat muslim juga diwajibkan untuk menunaikan zakat fitrah. Zakat Fitrah sendiri merupakan satu diantara jenis zakat yang ditunaikan hanya di bulan Ramadhan.

Biasanya zakat fitrah akan disalurkan kepada golongan penerima Zakat sebelum sholat Idul Fitri dilaksanakan.

Orang yang memberikan zakat disebut sebagai muzzaki, sedangkan golongan yang berhak menerima zakat disebut sebagai mustahik.

Dilansir dari baznaskotabandung.org. Ada delapan golongan yang berhak menerima zakat di dalam Al Qur’an. Tertera pada Qur’an Surat At-Taubah : 60.

Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana,” (QS. At-taubah:60).

Berikut delapan golongan yang berhak menerima zakat berdasarkan penjelasan dari QS. At-Taubah: 60, diantaranya:

1. fakir, fakir adalah golongan yang hampir tidak memiliki apapun sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.

Baca Juga: Berapa THR Presiden dan Wapres? Segini Besaran yang Diterima Jokowi - Maruf Amin

2. orang miskin merupakan golongan yang memiliki harta namun tetap tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok hidup mereka.

3. amil zakat, atau orang yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat.

4. mu’allaf atau seorang yang baru masuk islam dan membutuhkan bantuan untuk menguatkan dalam tauhid dan syariah.

5. budak atau hamba sahaya yang ingin memerdekakan dirinya.

6. gharimin, yaitu golongan yang memiliki hutang untuk kebutuhan hidup namun tidak sanggup membayarnya.

7. orang-orang fii sabilillah berjuang di jalan Allah dalam bentuk kegiatan dakwah, jihad dan sebagainya.

Load More