/
Kamis, 06 April 2023 | 02:34 WIB
Formasi 4-1-4-1. (istimewa)

SuaraTasikmalaya.id - Liga Primer Inggris musim 2022/2023 mencetak rekor baru. Musim belum usai, namun total manajer yang dipecat sudah paling banyak sepanjang sejarah Premier League dimulai 30 tahun silam.

Terbaru adalah pemecatan 2 manajer di hari yang sama, 2 April. Brendan Rodgers (Leicester) dan Graham Potter (Chelsea) dipecat berbarengan dalam sehari.

Kini, total sudah 12 orang manajer yang di-PHK oleh klub-klub Liga Inggris musim 2022/2023. Padahal musim ini masih menyisakan 2 bulan sebelum rehat musim panas Juni dan Juli nanti.

Bisa jadi, manajer yang dipecat bakal bertambah. Banyak tim yang tampil buruk di musim ini setelah pada 2021/2022 menunjukkan performa menjanjikan.

Mereka yang Dipecat Bisa Dihimpun jadi Kesebelasan Lengkap

Kedua belas manajer yang telah dipecat jika iseng kita kumpulkan dalam sebuah tim bisa membentuk sebuah kesebelasan elit dengan kekuatan lini tengah yang ‘mengerikan’.

Apalagi rata-rata para pelatih yang dipecat itu dulunya merupakan mantan pebola profesional. Yang mana usai pensiun bermain, banting stir menjadi pelatih.

Satu-satunya orang yang bukan mantan pesepakbola profesional ialah Bruno Lage. Bekas manajer Wolves itu memulai karier langsung sebagai asisten pelatih, bukan dari pemain.

Karena tak ada yang berposisi sebagai kiper semasa aktif bermain, maka kita tempatkan Bruno sebagai penjaga gawang tim imajinatif ini.

Baca Juga: Musim Segera Berakhir, Persik Kediri Gerak Cepat Amankan Empat Pemain

Formasi yang Cocok

Lini belakang tim ini bakal menyedihkan. Tak ada nama yang benar-benar menjanjikan di barisan pertahanan.

Brendan Rodgers pensiun dini di usia 21 tahun kala bermain sebagai bek kanan untuk Newport. Pria asal Irlandia Utara itu langsung ganti haluan menjadi asisten pelatih di berbagai klub sepakbola.

Dengan pola 4 bek, duet bek tengah diperkuat para mantan pelatih Chelsea. Begini urutannya dari kiri ke kanan:

Nathan Jones (dipecat Southampton), Potter (Chelsea), Tuchel (Chelsea), Rodgers (Leicester).

Keempat bek ‘lemah’ itu dilindungi benteng kokoh defensive midfielder (DM) tangguh dalam diri Patrick Vieira.

Load More