SUARA TASIKMALAYA - Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali, memberikan klarifikasi mengenai isu yang dialamatkan kepadanya terkait pelanggaran etik FIFA, sehingga federasi sepakbola dunia itu membatalkan status tuan rumah Indonesia pada gelaran Piala Dunia U-20 2023.
Isu yang berhembus tidak lain adalah sikap dari mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) periode 2019-2023 itu yang disinyalir mendahului FIFA terkait pengumuman Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2020 silam.
Melansir Antara News pada Jumat, (7/4/2023), Zainudin mengatakan bahwa sebelumnya FIFA memintanya untuk bersabar dan tidak membicarakan tentang Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 ke publik.
"Mereka cuma kasih tahu, tolong sabar dulu, jangan bicara apa-apa dulu, karena memang waktu itu saya menyampaikan kepada publik bahwa kita harus mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah FIFA World Cup U20/2021, dan hal itu terjadi pada 2020, beberapa bulan sebelum FIFA memutuskan penundaan Piala Dunia tersebut ke 2023. Karena saat itu sedang meningginya pandemi Covid-19," ucap Zainudin.
Setelah itu, menurutnya FIFA menginstruksikan kepada PSSI untuk tidak berbicara mengenai persiapan, sebelum logo dan maskot Piala Dunia U-20 diluncurkan.
"Karena waktu itu logo dan maskot belum dilaunching, saya melalui PSSI diminta untuk diingatkan jangan bicara dulu tentang persiapan. Tunguu launching maskot dan logo. Itu saja, dan hal tersebut bukan melanggar etika dalam statuta FIFA. Mereka cuma kasih tahu, tolong sabar dulu, jangan bicara apa-apa dulu," sambungnya.
Zainudin Amali mengatakan bahwa apa yang diminta FIFA kepadanya telah ia lakukan, dan apa yang dilakukannya saat itu tidaklah tersmasuk melanggar etika FIFA.
"Kalau pelanggaran etika kan ada dalam statuta FIFA. Jadi, alasannya karena situasi kita yang panas menolak Israel, bukan karena saya dianggap melanggar etika," pungkasnya.
Piala Dunia U-20 2023 yang sejatinya digelar di Indonesia, harus urung dilaksanakan karena kondisi di Tanah Air yang tidak kondusif, diduga banyakanya aksi penolakan atas kedatangan Timnas Israel di Indonesia beberapa waktu lalu. (*/editor zahran)
Baca Juga: Devano Danendra Bebas Lakukan Apa Saja, Iis Dahlia Cuma Larang 2 Hal Ini
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Korban Bertambah, Kasus Ayah Cabuli Anak Kandung di Sekadau Kini Seret Keponakan 10 Tahun
-
Katalog Promo Indomaret Terbaru, Serba Gratis! Salonpas Beli 1 Gratis 1, Teh Botol hingga Bebelac
-
Pemburu Diskon Merapat! Promo Alfamart Siap Santap Hemat Mantap, Sosis dan Bakso Murah
-
Cara Refund Tiket Kereta Api 100 Persen Imbas Kecelakaan di Bekasi, Bisa Lewat HP
-
Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB
-
Mengapa Kereta Api Sulit Berhenti Mendadak? Belajar dari Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
Proaktif, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perlindungan Korban Kecelakaan KRL Bekasi
-
Heboh BKPSDM Muratara Digerebek Polisi, Benarkah Ada Jual Beli Kenaikan Pangkat ASN?
-
Tangan Diborgol, Arinal Djunaidi Tertunduk Digelandang ke Bui