SUARA TASIKMALAYA - Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan bahwa triad nuklir Rusia memungkinkan untuk menjaga keseimbangan kekuasaan global. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Putin saat bertemu dengan lulusan perguruan tinggi militer.
Triad Nuklir Rusia merupakan sistem pertahanan strategis yang terdiri dari tiga komponen utama: rudal balistik darat, kapal selam nuklir, dan pesawat pengebom strategis.
Sistem ini dimaksudkan untuk memastikan keberlanjutan dan keefektifan kemampuan nuklir Rusia dalam menghadapi ancaman potensial dari negara-negara lain.
Awal bulan ini, Departemen Luar Negeri AS juga mengumumkan bahwa mereka tidak akan lagi memberi tahu Rusia tentang status atau lokasi misil dan peluncur seperti yang diwajibkan dalam perjanjian kontrol senjata New START.
Selain itu, AS juga memutuskan untuk menghentikan inspeksi (pemeriksaan seksama) yang biasanya dilakukan oleh para inspektur Rusia di wilayah AS, dengan mencabut visa mereka.
Selanjutnya, Putin menjelaskan bahwa sekitar separuh dari pasukan rudal strategis Rusia dilengkapi dengan sistem rudal balistik antarbenua Yars. Ia juga menyatakan bahwa Rusia akan terus mengembangkan triad nuklir.
Kondisi Pasca Pertempuran
Pada topik serangan balik Ukraina, Putin menyatakan bahwa pasukan Ukraina menderita banyak korban selama serangan balik mereka. Ia mengingatkan bahwa serangan Ukraina dimulai pada 4 Juni, dan pasukan Ukraina menggunakan cadangan strategis.
"Keanehan yang patut dicatat adalah kita melihat suatu keadaan yang cukup tenang. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa musuh menderita kerugian yang serius baik dalam hal personel maupun peralatan," ungkap Putin.
Presiden Rusia itu juga mengatakan bahwa Ukraina takut menderita kerugian besar di masa depan yang dapat mengakibatkan hilangnya potensi militer mereka. Ia menyebutkan bahwa beberapa bentuk pertempuran masih terjadi, seperti penembakan dan rekognisi paksa. Namun, operasi ofensif aktif belum dilakukan.
Putin menambahkan bahwa Rusia akan terus memasok sistem robotik serangan dan pesawat tak berawak kepada pasukan nasionalnya, dengan peningkatan dan percepatan produksi peralatan tersebut.
Peningkatan produksi sistem penanggulangan artileri (persenjataan) juga akan terus dilakukan, serta pasokan kendaraan lapis baja terbaru, sistem pertempuran serangan, dan sistem pertahanan udara.
"Memperkuat tentara tetap menjadi prioritas Rusia, tambah Putin, sambil menambahkan bahwa negara tersebut akan terus meningkatkan kekuatan militernya, serta mengembangkan model terbaru kendaraan lapis baja, sistem pertempuran serangan, dan sistem pertahanan udara". tambahnya.
Sekedar informasi, triad nuklir adalah konsep militer yang mengacu pada kemampuan suatu negara untuk meluncurkan serangan nuklir dari tiga platform yang berbeda, yaitu darat, laut, dan udara.
Konsep ini secara tradisional dikaitkan dengan negara-negara yang memiliki kemampuan nuklir yang kuat, seperti Amerika Serikat, Rusia dan kemungkinan juga Tiongkok.
***
Sumber: https://sputnikglobe.com/world/
Berita Terkait
-
Presiden Rusia Sebut Amerika Tipu Sejumlah Negara Afrika
-
Vladimir Putin Tegaskan Buka Peluang Perdamaian dengan Ukraina
-
Presiden Rusia Vladimir Putin Murka Al-Quran Dibakar, Pelaku Langsung Dihukum seperti Ini
-
Marcus Rashford Absen Lawan Italia dan Ukraina, Lini Depan Inggris Terancam Mandul
-
Aksi Para Pemain Timnas Indonesia U-20 vs Irak di Piala Asia Ternyata Dicatat oleh Media Pamasok Data dari Rusia
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Terlalu Tua untuk Bekerja? Wajah Ageisme di Dunia Kerja Indonesia
-
Kenapa Kita Cenderung Impulsif saat Memegang Uang THR? Ini Alasannya
-
BRI Semarang Pattimura Dukung Program Serambi BI: Fasilitasi Penukaran Uang Baru di Pasar Modern BSB
-
Cegah Kelangkaan LPG seperti di India, RI Amankan Kontrak Jangka Panjang dengan AS!
-
Cara Cek NISN Online untuk SPMB 2026, Awas Jangan Sampai Salah
-
GMNI Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Prabowo dan Kapolri Bertindak
-
Statistik Kevin Diks saat Jadi Kapten dan Bantu Monchengladbach Hajar St. Pauli
-
Eks Asisten Shin Tae-yong Bongkar Alasan Elkan Baggott Sempat Hilang dari Timnas Indonesia
-
Cara Mengatur Keuangan Setelah Lebaran Agar Tidak Makan Mie Instan
-
Meta Hapus 159 Juta Iklan Penipuan dan 150 Ribu Akun Scam, Kolaborasi dengan Polri