SUARA TASIKMALAYA- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo akan diperiksa oleh Kejaksaan Agung pada Senin (3/7/2023) mendatang, akibat buntut dari dugaan kasus korupsi penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS).
Dilansir dari suara.com, Jaksa Agung, Febrie Ardiansyah mengatakan Dito akan diperiksa dengan status sebagai saksi.
"Benar diperiksa Senin," kata Febrie dikutip dari suara.com pada Minggu (2/7/2023).
Diduga Menpora itu disebut ikut menerima aliran dana proyek BTS sebesar Rp27 miliar. Hal itu diungkap pada berita acara pemeriksaan tersangkan Irwan.
Menanggapi hal tersebut, Dito Ariotedjo dipastikan akan hadir ke persidangan.
"Informasi sudah sampai ke saya dan sedang dikordinasikan waktu pastinya. Sebagai warga negara yang taat hukum saya akan hadir sesegera mungkin," kata Dito saat dikonfirmasi, Minggu (2/7/2023).
Irwan sendiri merupakan Komisaris PT Solitech Media Sinergy, diketahui segera menjalani sidang pertamannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (4/7/2023).
Terdakwa Jhonny G Plate selaku mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) bersama dua terdakwa lainnya telah melakukan persidangan terlebih dahulu pada Selasa (27/6/2023) kemarin. (*)
Baca Juga: Terbongkar! Kisruh Sapi Kurban Dewi Perssik Ada Unsur Politik, Akal Bulus Sahabat Ganjar?
Berita Terkait
-
Besok Diperiksa Kejagung Kasus BTS, Menpora Dito Ariotedjo: Saya akan Hadir Sesegera Mungkin
-
Diduga Ikut Kecipratan Duit Korupsi BTS, Kejagung Periksa Menpora Dito Ariotedjo Senin Besok
-
Potensi Kepala Daerah Resek Jelang Piala Dunia U-17, Menpora: InsyaAllah Tidak Ada
-
Menpora Sebut Piala Dunia U-17 Kesempatan Bagus untuk Pemain Muda Indonesia Unjuk Gigi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026