SUARA TASIKMLAYA - Dewi Perssik mengungkapkan niatnya untuk menyembelih sapi bersama 'Sahabat Ganjar' dan membagikan dagingnya kepada warga Lebak Bulus. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah ini merupakan strategi politik yang cerdik dari pendukung Ganjar Pranowo?
Keputusan Dewi Perssik untuk melakukan kegiatan tersebut bersama Sahabat Ganjar dan membagikan daging kepada warga Lebak Bulus bisa ditafsirkan sebagai tindakan politik yang cerdik. Hal ini karena kegiatan tersebut dapat membantu membangun hubungan baik dengan masyarakat dan mendapatkan dukungan dari pendukung Ganjar Pranowo.
Awalnya, kasus ini muncul setelah Dewi Perssik (DP) mengklaim melalui akun media sosialnya bahwa dia diminta uang sebesar Rp 100 juta oleh Ketua RT di Lebak Bulus.
DP merasa bahwa permintaan uang tersebut membuatnya kesulitan untuk berqurban.
Dalam sebuah video yang dikutip dari TikTok @infobimantara pada Minggu (2/7/2023), DP mengakui bahwa sapi yang menjadi perhatian sebenarnya hanya dititipkan kepada panitia kurban. Sapi tersebut akan disembelih oleh sebuah organisasi massa yang mendukung calon presiden Ganjar Pranowo.
"Dalam hal ini, kami mengambil sapi karena memang akan disembelih di lokasi oleh teman saya dan Sahabat Ganjar untuk dibagikan kepada warga di Lebak Bulus. Saya meminta daftar dari Pak Ustad," kata DP di dalam video itu.
DP menjelaskan bahwa mereka mengambil sapi karena rencananya sapi tersebut akan disembelih di lokasi oleh temannya dan Sahabat Ganjar. Kemudian dagingnya akan dibagikan untuk warga Lebak Bulus.
Perlu dicatat bahwa tindakan politik sering kali melibatkan upaya untuk memperoleh dukungan atau memperkuat citra positif di mata publik. Namun, dalam konteks ini, tidak ada informasi yang cukup untuk menyimpulkan dengan pasti apakah ada motivasi politik di balik kegiatan tersebut atau tidak. (*)
Baca Juga: Dewi Perssik Tetap Dihujat Warganet Meski Telah Berdamai dengan Pak RT Malkan
Berita Terkait
-
Dewi Perssik Tetap Dihujat Warganet Meski Telah Berdamai dengan Pak RT Malkan
-
Sepulang dari Haji, Anies dan Tim 8 Koalisi Perubahan Agendakan Pertemuan
-
Berseteru dengan Ketua RT, Perangai Dewi Perssik Dikuliti Mantan Suami, Saipul Jamil: Dia Gampang Meletup-letup
-
Bantah Jokowi Bangun Dinasti Politik, Djarot PDIP: Mas Bobby dan Mas Gibran Melalui Proses, Gak Ujug-ujug Gitu
-
Skandal Dewi Perssik Vs Pak RT, Begini Nasib Sapi Depe yang Urung Dikurbankan
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Kabupaten Bogor Kembali Raih Opini WTP: Bukti Nyata Transparansi di Bawah Kepemimpinan Rudy-Ade
-
51 Kode Redeem FF Terbaru 22 Februari 2026, Klaim Hadiah Gratis di Event Ramadan
-
Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang Keras Selama Ramadan di Ponorogo, Apa Sanksinya?
-
Berburu Takjil Hingga Produk Lokal, Festival Ramadan Hadir di Stadion Pakansari dan Tegar Beriman
-
Berbagi Piring Persaudaraan, Kala Ribuan Orang Menyemut Jadi Keluarga Masjid Jogokariyan
-
Pelajar SMA Aceh Barat Dikeroyok Oknum TNI, Praktisi Hukum Desak Pengadilan Militer
-
Sony Pictures Siap Garap Film Animasi Venom, Tom Hardy Jadi Produser
-
Fred Grim Soroti Kelemahan Ajax Usai Ditahan NEC 1-1, Kritik Maarten Paes?
-
Real Madrid Berpotensi Dikudeta Barcelona, Alvaro Arbeloa Salahkan Wasit
-
Sinopsis Tokeikan no Satsujin, Drama Genre Misteri Dibintangi Oku Tomoya